NasDem: Kalau Mau Ambil Posisi Jaksa Agung Jangan Nembak Kiri Kanan
Ia menilai adanya kabar tersebut karena ingin merebut jabatan Jaksa Agung.
Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Johnson Simanjuntak
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jaksa Agung HM Prasetyo dikaitkan sejumlah pihak terkait kasus dana bantuan sosial (bansos) Sumatera Utara. Partai NasDem membantah Prasetyo terkait kasus tersebut.
"Ini kan kacau kita, sekarang ini dicari-cari. Yang tidak ada hubungannya apa-apa," kata Ketua DPP NasDem Akbar Faisal di Gedung DPR, Jakarta, Senin (19/10/2015).
Ia menilai adanya kabar tersebut karena ingin merebut jabatan Jaksa Agung. Apalagi, Anggota Komisi III DPR itu menyebutkan posisi Jaksa Agung merupakan jabatan strategis.
"Saya tahu kok ujungnya ini, mereka mau mengambil posisi Jaksa Agung ini, karena semua rebutan, dan kami tahu karena kan posisi Jaksa Agung ini kan posisi strategis, mereka mau ambil itu. Sekarang menarik-menarik kita seakan ada masalah," ungkapnya.
Akbar menilai seharusnya pihak yang mau mengambil posisi Jaksa Agung meminta ke Jokowi. Apalagi, Prasetyo sudah mengundurkan diri dari kader NasDem.
"Ambil saja posisi itu bila mau, tapi minta kepada presiden, jangan ke NasDemnya dong. Kan presiden yang tunjuk," ujarnya.
Ia pun mengingatkan agar pihak yang ingin mengincar posisi Jaksa Agung tidak memakai cara-cara yang buruk.
"Makannya teman-teman ini, baik parpol dan non parpol ini, kalau mau ambil posisi Jaksa Agung jangan seperti ini caranya, nembak kiri kanan. Dia pun sudah mundur dari Nasdem, dan kedua ini kan ditunjuk oleh presiden, maka minta sama presiden jangan sama kami. Ketiga, yang penting kapan politik kita jadi dewasa kalau seperti ini modelnya," ujarnya.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.