Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Megawati: Revolusi Mental Bukan Hal Baru Tapi Penting Diimplementasikan

Meski revolusi mental bukan hal baru tapi penting untuk tetap diimplementasikan.

Megawati: Revolusi Mental Bukan Hal Baru Tapi Penting Diimplementasikan
Tribunnews.com/Amriyono Prakoso
Megawati Soekarnoputri tampak hadir dalam acara bedah buku karya Yudi Latif, Revolusi Pancasila, di JCC, Selasa (27/10/2015). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Amriyono Prakoso

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden ke-5 Indonesia, Megawati Soekarnoputri, mengatakan bahwa revolusi mental bukan merupakan hal baru, karena sudah pernah dijelaskan Bung Karno pada 1956.

“Tapi penting untuk terus diimplementasikan. Sekarang kita berada pada taraf investment, yaitu taraf menanamkan modal-modal dalam arti yang seluas-luasnya investment of human skill, material investment, dan mental investment.” papar Mega menjelaskan kalimat Soekarno di JCC, Jakarta, Selasa (27/10/2015).

Revolusi mental tanpa kekayaan mental, upaya-upaya pemupukan keterampilan dan material hanya akan melanggengkan perbudakan.

Ia mengingatkan Bung Karno pernah mengatakan, “Lebih baik kita membuka hutan dan menggaruk tanah dengan kesepuluh jari dan kuku kita ini, daripada menjual serambut pun daripada kemerdekaan kita ini untuk dolar, untuk rubel.”

"Itulah sebabnya, mengapa Bung Karno sangat menekankan program nation and character building. Dalam pandangan Beliau, Indonesia adalah bangsa besar, namun seringkali memberi nilai terlalu rendah pada bangsanya, alias bermental kecil," lanjut Megawati.

Maka Bung Karno menyerukan pentingnya revolusi mental sebagai gerakan hidup baru. Gerakan ini bertujuan untuk melaksanakan revolusi mental sebagai cara membangun masyarakat yang dicita-citakan oleh Proklamasi 17 Agustus 1945.

"Bangsa Indonesia juga belum bisa terbebas dari mentalitas kaum terjajah, sehingga sering dihinggapi perasaan rendah diri. Sedangkan isi Gerakan Hidup Baru adalah perombakan cara berfikir, cara kerja, cara hidup, yang merintangi kemajuan," tambah dia.

Gerakan Hidup Baru adalah gerakan revolusi mental. "Untuk menggembleng manusia Indonesia ini menjadi manusia baru, yang berhati putih, berkemauan baja, bersemangat Elang Rajawali. Berjiwa api yang menyala-nyala," kata Mega.

Penulis: Amriyono Prakoso
Editor: Y Gustaman
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas