Tribun

Upah Buruh

Kronologi Penangkapan Buruh di Seberang Istana Merdeka

Aparat kepolisian mengamankan 24 buruh yang ikut unjuk rasa

Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Johnson Simanjuntak
Kronologi Penangkapan Buruh di Seberang Istana Merdeka
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Polisi menyemprotkan watercanon ke arah buruh yang berdemonstrasi di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Jumat (30/10/2015). Buruh melakukan demonstrasi untuk menuntut pemerintah mencabut Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 Tentang Pengupahan. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Aparat kepolisian mengamankan 24 buruh yang ikut unjuk rasa memprotes Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan.

Puluhan orang itu diamankan karena diduga memprovokasi menggunakan mobil pengeras suara saat berunjuk rasa di depan Istana Merdeka, Jumat kemarin.

"Ada 24 orang tidak meninggalkan lokasi malah memprovokasi dari mobil komando mereka," tutur Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Muhammad Iqbal di Mapolda Metro Jaya, Sabtu (31/10/2015) siang.

Mereka merupakan orang yang tersisa setelah aparat kepolisian membubarkan peserta aksi menggunakan pistol gas air mata. Mereka diamankan dan ditahan di Polda Metro Jaya untuk diperiksa.

Sebanyak 24 buruh itu dikenakan Pasal 216 dan 218 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Tindak Melawan Petugas dengan ancaman hukuman empat bulan dua minggu penjara.

Sekitar 12.000 orang melakukan aksi unjuk rasa di seberang Istana Merdeka. Sebelum pukul 17.00 WIB, sebagian dari total buruh yang berkisar 12.000 orang itu sudah pulang.

Berdasarkan aturan, demo dibatasi sampai pukul 18.00 WIB. Namun, aksi berlanjut melebihi batas waktu.

Melihat peserta aksi unjuk rasa tidak membubarkan diri, maka Kapolres Metro Jakarta Pusat Komisaris Besar Hendro Pandowo memberikan peringatan atau somasi pertama.

"Somasi berupa imbauan untuk pulang karena batas waktu sudah selesai. Dari somasi pertama, 2.000 buruh pulang, tetapi masih ada tiga ribuan buruh yang bertahan," kata Iqbal.

Somasi pertama diberikan pukul 18.30 WIB. Kemudian, polisi memberikan somasi kedua untuk membubarkan 3.000 buruh yang masih bertahan di lokasi. Namun, somasi kedua itu tidak diindahkan oleh para buruh.

Halaman
12
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas