Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Pengamat Sebut Revolusi Mental Gagal Total

Pengamat Politik Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (Sigma) Said Salahudin menyebut revolusi mental yang digaungkan pemerintahan Joko Widodo

Pengamat Sebut Revolusi Mental Gagal Total
KOMPAS/LUCKY PRANSISKA
Said Salahuddin 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat Politik Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (Sigma) Said Salahudin menyebut revolusi mental yang digaungkan pemerintahan Joko Widodo sebagai program yang gagal total.

"Kalau ada yang mengatakan revolusi mental sebagai suatu program yang nyata, maka dengan berat hati harus jujur saya katakan bahwa revolusi mental adalah program yang gagal total dilaksanakan oleh pemerintah dan partai-partai pendukungnya dalam satu tahun masa pemerintahan ini," ujar Said kepada Tribun, Jumat (6/11/2015).

Kegagalan itu dapat dibuktikan pdalam banyak hal, seperti dalam bidang hukum mental korupsi ternyata masih begitu kuat mengakar di lingkungan partai-partai pendukung pemerintah.

"Publik menyaksikan begitu banyak kader partai pendukung pemerintah yang terjerat dalam kasus korupsi, serta kasus-kasus hukum lainnya," kata Sadi.

Lanjut dia, ketika Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani ditunjuk Presiden sebagai pemegang kendali implementasi program revolusi mental justru lupa merevolusi mentalnya sendiri.

Dikatakannya, Puan melakukan praktik rangkap jabatan sebagai Menteri sekaligus sebagai Anggota DPR yang jelas-jelas dilarang oleh undang-undang.

"Jadi menurut saya, omong kosong-lah revolusi mental itu. Secara gagasan memang bagus sekali. Tetapi ketika diukur dalam implementasinya, maka harus saya katakan revolusi mental tidak lebih dari sekedar jargon belaka," tegasnya.

Lebih lanjut dia katakan, semakin gencar iklan revolusi mental ditayangkan di berbagai media, khsusunya di televisi, dan digembar-gemborkan melalui website pemerintah yang bermasalah, maka hal itu hanya akan membuang-buang uang rakyat dan membuat publik semakin muak dengan pemerintahan sekarang.

Menurutnya, revolusi mental harus dipandang sebagai program kolektif pemerintah dan partai-partai pengusungnya.

Program itu merupakan hasil rumusan bersama antara Jokowi-JK dengan partai-partai pendukungnya yang dituangkan di dalam visi, misi, dan program Calon Presiden dan Wakil Presiden.

Halaman
12
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas