Mandra: Semua Orang Panggil Gue Cing
Mandra yang ditahan di Rutan Cipinang, dipinggil Cing
Penulis:
Taufik Ismail
Editor:
Rachmat Hidayat
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Lekatnya Mandra Naih dengan budaya Betawi, membuat aktor yang terkenal lewat sinetron"Si Doel Anak Sekolahan" tersebut mempunyai nama panggilan di Rutan Cipinang, Jakarta Timur.
Mandra yang ditahan di Rutan Cipinang karena diduga terkait dalam kasus korupsi program siap siar TVRI tahun 2012 lalu tersebut, dipinggil Cing, oleh seluruh tahanan kasus korupsi di Rutan tersebut.
Bahkan Gubernur non aktif Sumatera Utara (Sumut), Gatot Pujo Nugroho dan Mantan Menteri ESDM Jero Wacik yang ditajan di Rutan yang sama, juga memanggil Cing pada Mandra. "Semua orang panggil Cing, sama gue, engga tahu kenapa," ujar Mandra sebelum menghadiri peradilan di Pengadilan Tipikor, Kemayoran, Jakarta, Senin (30/11/2015).
Mandra mengatakan di dalam blok tindak pidana korupsi semua diperlakukan sama. Tidak ada perbedaan, baik itu tahanannya mantan Menteri maupun mantan kepala daerah. Semua berbaur beraktifitas di dalam dinding penjara.
"Semua ngobrol bareng, duduk, maupun makan, kadang ngobrolin kasus, atau situasi politik sekarang," katanya.
Berada dibalik jeruji besi menurutnya sangat membosankan. Setiap hari, ritme dan aktifitas yang dilakukan hampir sama. Ia mengatakan selama di dalam Rutan ia bangun pukul tiga dini hari.
Selepas sholat shubuh, ia kemudian kembali tidur dan bangun pukul 9 pagi. "Jam sembilan pagi sampai jam tiga sore ya beraktifitas di dalam Rutan, macam-macam," katanya.
Mandra mengaku selama di dalam tahanan, waktu dihabiskannya untuk menggosok koleksi batu miliknya dan membaca. Sementara itu, bercengkram dengan tahanan lain, biasa dilakukan setelah shalat Magrib, sebelum kembali tidur. "Ya gitu terus tiap hari, kecuali kalau ada sidang, kaya hari ini," katanya.
Selama di tahanan ia mengurangi konsumsi kopi dan rokok. Mandra yang ditahan di Rutan Cipinang sejak Juli lalu, setiap hari hanya menghabiskan ?tiga kelas kopi dan beberapa batang rokok."Kalau waktu masih berkarya dulu bisa habis lebih dari lima gelas kopi dan dua Bungkus rokok," paparnya.
Oleh karenanya Mandra mengaku selalu bersemangat bila menghadapi waktu persidangan. Selain bisa bertemu istrinya, ia bisa bercengkrama bebas dengan sejumlah temannya yang selalu hadir dipersidangan. Saat berbincang dengan Tribunnews, pada Senin sore, Mandra pun dengan gaya khasnya, berbicara dengan gaya ceplos-ceplos. "Engga tahu kenapa kalau di dalam (Rutan)?, saya seperti engga mau banyak bicara," katanya.
Sambil menunggu persidangan pembacaan tuntutan yang sempat tertunda pada pekan lalu, Mandra pun tampak menikmati betul waktu tersebut. Mandra bercengkram bersama sejumlah temannya dari Komunitas Batu Pandan, sambil menghisap rokok dan satu gelas teh manis yang dibawakan sang istri dalam termos.
Sementara istrinya,Mila Juwita Sari dan mertuanya menyantap makanan dengan lauk ikan teri yang dibawanya dari rumah, di pelataran depan ruang sidang lantai dua pengadilan Tipikor. "Kalau kaya gini, Serasa hidup," ucap Mandra.
Mandra yang selalu tampil rapi dipersidangan, dengan kemeja putih dan celan hitam dipadu sepatu pantovel pun mengaku mengikuti persidangan dengan berharap Keadilan akan berpihak padanya. Ia belum memikirkan langkah hukum yang akan diambil apabila sudah divonis hakim.
"Saya ikuti saja, kalau banding kayanya engga, tapi kita lihat nanti saja. Tapi intinya, saya jalani aja dulu sekarang," paparnya.