Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Duet Jokowi JK

Ketua DPN Repdem: Menteri Yuddy Bikin Gaduh

Repdem), menilai langkah Kemen-PAN merilis hasil evaluasi atas akuntabilitas kinerja kementerian sangat tak wajar.

Ketua DPN Repdem: Menteri Yuddy Bikin Gaduh
ISTIMEWA
Ketua DPN Repdem, Wanto Sugito

Ditegaskan kembali, tahun Anggaran 2015 baru ditutup per 31 Desember 2015, namun Kemen PAN-RB sudah menyampaikan hasil evaluasi kinerja instansi pemerintah tanggal 11 Desember 2015 atau 20 hari sebelum tutup anggaran.

"Dalam suratnya Kemen PAN-RB menyebutkan evaluasi dimaksudkan untuk menilai tingkat akuntabilitas atas hasil (out come) program dan kegiatan instansi pemerintah dengan lima parameter utama, perencanaan, pengukuran, pelaporan, evaluasi internal dan capaian kinerja," bebernya.

Klutuk kemudian mempertanyakan, bagaimana Kemen PAN-RB medapatkan skoring atas semua parameter tersebut.

Sementara anggaran masih berjalan. Seandainya yang dimaksudkan oleh Kemen PAN-RB itu adalah review atau hasil evaluasi laporan kinerja interim triwulan, Klutuk menyatakan, masih dapat dimaklumi.

Perpres 29/2014 memang mengatur tentang laporan kinerja interim untuk tahun anggaran berjalan.

"Namun, di dalam surat resminya dan juga penjelasan yang disampaikan, Kemen PAN-RB tidak menyebutnya dengan Laporan Kinerja Triwulan, melainkan evaluasi akuntabilitas kinerja, " paparnya.

Terkait kewenangan Kemen PAN-RB dalam evaluasi laporan kinerja pemerintahan pusat, Perpres 29/2014, Pasal 31 ayat (1), menyebutkan bahwa tugas Kemen PAN-RB hanyalah mengkompilasi.

Merangkum laporan kinerja yang diterima dari Menteri/Pimpinan Lembaga untuk diserahkan ke Kementerian Keuangan sebagai bahan menyusun laporan kinerja pemerintah pusat.

"Adapun yang berwenang menyerahkan laporan kinerja pemerintahan pusat ke Presiden tidak lain tidak bukan adalah Menteri Keuangan bukan Kementerian PAN-RB, (Ps 31 ayat (2)), " jelas WS.

Sebelumnya, Seskab Pramono Anung juga meradang atas ulah Menteri Yuddi Crisnandi.

"Tidak pernah ada perintah dari presiden untuk menyampaikan kepada publik. Ini bentuk kreativitas 'Profesor Yuddy', apa, menyampaikan kepada publik," ungkap Seskab Pramono Anung di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Selasa (5/1/2016).

Editor: Rachmat Hidayat
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas