Tribun

Fitra Temukan Hal Tidak Wajar di Anggaran Pembangunan Kompleks Gedung DPR

Padahal, belum ada dokumen perencanaan resmi dari arsitek, kementerian PU ataupun belum ada Amdal dan Izin dari Pemprov DKI Jakarta

Penulis: Srihandriatmo Malau
Fitra Temukan Hal Tidak Wajar di Anggaran Pembangunan Kompleks Gedung DPR
Gedung DPR RI Jakarta

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) mencatat pada tahun anggaran APBN 2016 DPR berhasil mendorong proyek pembangunan kompleks gedung, alun-alun demokrasi, klinik dalam anggaran Internal DPR dan dikelola oleh Sekjen DPR.

Padahal, belum ada dokumen perencanaan resmi dari arsitek, kementerian PU ataupun belum ada Amdal dan Izin dari Pemprov DKI Jakarta.

Pemborosan ini berdasarkan kajian terhadap anggaran internal DPR RI untuk kebutuhan Rencana Umum Pengadaan (RUP) tahun 2016.

"Dari kajian ini kami menemukan beberapa hal yang tidak wajar," ujar Yenny Sucipto (Sekjen Fitra) kepada Tribun, Jumat (8/1/2016).

Dalam Anggaran DPR tahun 2016 ini, terdapat anggaran yang tidak wajar yaitu untuk pembangunan gedung DPR Senilai Rp 480.162.750.000,00.

Selain itu, manajemen Konstruksi Pembangunan gedung dan Poliklinik Rp 10.046.400.000.

Pelaksanaan Konstruksi Pembangunan Alun-Alun Demokrasi Rp 68.719.650.000.

Perencanaan Konstruksi Pembangunan Alun-alun Demokrasi Rp. 9.151.950.000.

Manajemen konstruksi pembangunan Alun Alun Demokrasi Rp. 1.748.600.000.

"Jika ditotal maka untuk proyek pembangunan Kompleks Mewah pada tahun ini mencapai Rp 570 miliar," ujar Yenny.

"Dan akan selalu bertambah tahun depan dengan mekanisme anggaran secara Multiyear hingga 2019," tambahnya.

Halaman
123
Ikuti kami di
Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas