Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Fitra Temukan Hal Tidak Wajar di Anggaran Pembangunan Kompleks Gedung DPR

Padahal, belum ada dokumen perencanaan resmi dari arsitek, kementerian PU ataupun belum ada Amdal dan Izin dari Pemprov DKI Jakarta

Tayang:
Baca & Ambil Poin

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) mencatat pada tahun anggaran APBN 2016 DPR berhasil mendorong proyek pembangunan kompleks gedung, alun-alun demokrasi, klinik dalam anggaran Internal DPR dan dikelola oleh Sekjen DPR.

Padahal, belum ada dokumen perencanaan resmi dari arsitek, kementerian PU ataupun belum ada Amdal dan Izin dari Pemprov DKI Jakarta.

Pemborosan ini berdasarkan kajian terhadap anggaran internal DPR RI untuk kebutuhan Rencana Umum Pengadaan (RUP) tahun 2016.

"Dari kajian ini kami menemukan beberapa hal yang tidak wajar," ujar Yenny Sucipto (Sekjen Fitra) kepada Tribun, Jumat (8/1/2016).

Dalam Anggaran DPR tahun 2016 ini, terdapat anggaran yang tidak wajar yaitu untuk pembangunan gedung DPR Senilai Rp 480.162.750.000,00.

Selain itu, manajemen Konstruksi Pembangunan gedung dan Poliklinik Rp 10.046.400.000.

Pelaksanaan Konstruksi Pembangunan Alun-Alun Demokrasi Rp 68.719.650.000.

Perencanaan Konstruksi Pembangunan Alun-alun Demokrasi Rp. 9.151.950.000.

Rekomendasi Untuk Anda

Manajemen konstruksi pembangunan Alun Alun Demokrasi Rp. 1.748.600.000.

"Jika ditotal maka untuk proyek pembangunan Kompleks Mewah pada tahun ini mencapai Rp 570 miliar," ujar Yenny.

"Dan akan selalu bertambah tahun depan dengan mekanisme anggaran secara Multiyear hingga 2019," tambahnya.

Kata dia, hingga saat ini belum ada dokumen perencanaan dan dokumen pendukung lainya.

Namun kengototan dan kegigihan elit DPR berhasil menaklukkan Pemerintah untuk menyetujui proyek ajaib ini.

Lebih lanjut Yenny sampaikan terdapat anggaran pengadaan kendaraan pada tahun 2016 untuk membeli 1 unit Ambulans mencapai RP 1.700.000.000.

Sedangkan pada tahun 2015 DPR juga membeli ambulans lengkap dengan alat kesehatannya sebesar Rp 1.905.810.000. pembelian 1 unit Ambulance sebesar Rp 1,7 miliar pada tahun 2016.

"Ambulans model apa berharga 1,7 Miliar?"ujarnya.

Oleh karena itu, DPR perlu menjelaskan kepada publik terkait spesifikasi dan urgensinya pengadaan ambulans.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas