Netizen (TKI): Dear Mr Jokowi Kami Para Babu Juga Tak Takut dengan Teror
Peristiwa peledakan bom di pos polisi Sarinah dan Starbucks Sarinah memicu keprihatinan sekaligus seruan untuk tidak takut, Kamis (14/1/2016).
Penulis:
Robertus Rimawan
Sedangkan akun dengan nama Thomas Sukotriraharjo berharap semua tenang dan tak terpancing isu SARA.
"Kita semua berduka dgn kejadian pagi tadi di Jakarta....tentu saja kita harus tetap tenang menghadapi aksi terror ini....jangan sampai terpancing dgn issue SARA....saling menuduh satu sama lain. Kita kasih kesempatan seluas-luasnya utk pihak aparat keamanan dan penyidik dan kita tentu tetap bersikap waspada. RIP utk korban meninggal," tulisnya.
Dan masih banyak tanggapan netizen atas peristiwa ini. Sebagian besar mendukung Presiden, tidak takut dan mendoakan bagi keselamatan bangsa.
Imbauan Presiden Jokowi
Presiden Joko Widodo mengajak mengimbau masyarakat tidak perlu takut atas aksi teror.
Justru dikatakan Jokowi, masyarakat harus menghadapi para pelaku teror tersebut dan tidak boleh kalah.
"Negara, bangsa, dan rakyat, kita tidak boleh takut, tidak boleh kalah oleh aksi teror seperti ini," kata Jokowi di Rumah Kerang Jalan Ki Ageng Tapa, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Kamis (14/2/2015).
Dikatakan dia, masyarakat harus tenang menyikapi kejadian yang memakan korban jiwa tersebut
"saya berharap masyarakat tetap tenang karena semuanya terkendali," ujar dia.
Presiden Jokowi pun sudah memerintahkan Kapolri Jenderal Polisi badrodin Haiti dan Menkopolhukam Luhut Binsar Panjaitan memburu para pelaku yang melarikan diri.
"Saya telah perintahkan pada Kapolri, Menkopolhukam, untuk kejar, untuk tangkap, baik yang di peristiwa maupun yang ada di jaringan-jaringan ini," ungkapnya.
Jokowi pun mengucapkan duka untuk orang yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut.
"Kita semuanya tentu saja berduka atas jatuhnya korban dari peristiwa ini," ujarnya.
Lanjut dia "Kita semuanya juga mengecam tindakan yang mengganggu keamanan masyarakat, mengganggu ketenangan rakyat, dan menebar teror pada masyarakat." (*)