Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Tukang Cilok di Lokasi Ledakan Bom: Saya Lebih Takut dengan Satpol PP

"Enggak takut bom atau teroris, malah takut Satpol PP,"

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Tukang Cilok di Lokasi Ledakan Bom: Saya Lebih Takut dengan Satpol PP
TRIBUNNEWS.COM/Ferdinand Waskita
Pedagang di lokasi ledakan bom di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (17/1/2016). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Warga ibu kota yang sedang beraktivitas dalam Car Free Day menyempatkan diri berfoto di lokasi ledakan bom Thamrin.

Hal itu membuat sejumlah pedagang memadati lokasi ledakan untuk berjualan.

Salah satu pedagang Cilok, Nur Hamid (36) ikut berjualan disekitar lokasi.

Menurutnya, berdagang saat warga berkerumun lebih banyak mendapatkan keuntungan.

Nur mengaku tidak takut dengan bom dan teroris.

"Enggak takut bom atau teroris, malah takut Satpol PP," kata Hamid ketika ditemui dilokasi kawasan Thamrin, Jakarta, Minggu (17/1/2016).

Rekomendasi Untuk Anda

Hamid mengaku sering dirazia Satpol PP saat berjualan.

Tetapi, ia mengungkapkan tak punya pilihan lain selain berjualan di lokasi ramai.

"Kan dapat keuntungannya pas lagi ramai. Ya yang ada keramaian saya ke situ," ujar pria asal Solo itu.

Para pedagang minuman, buah-buahan dan pempek ramai berdagang di depan pagar Menara Cakrawala.

Hamid mengatakan dirinya akan pergi usai acara Car Free Day pukul 11.00 WIB.

"Pergi dulu, mas. Nanti kalau enggak kegaruk Satpol PP. Satpol PP melebihi granat," katanya tersenyum.

Saat ini, pedagang pun mulai meninggalkan lokasi setelah kegiatan Car Free Day selesai.

Sedangkan seorang warga yang ikut berfoto di lokasi, Abu Zakir mengatakan dirinya ingin mengungkapkan bahwa Indonesia merupakan negara Pancasila.
Ia membawa poster berwarna hijau bertuliskan 'Jangan Tinggal di Indonesia Kalau Antipancasila'.

"Kita sebagai Bangsa Indonesia harus Cinta terhadap Pancasila yang menghargai perbedaan. Karena Pancasila menjunjung pluralisme," kata warga Plumpang, Jakarta Utara itu.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas