Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
DOWNLOAD
Tribun
LIVE ●
tag populer

'Menteri Yuddy Ingkar Janji'

Mereka yang menjadi PNS harus melalui perekrutan yang profesional dan memenuhi kualifikasi tertentu.

zoom-in 'Menteri Yuddy Ingkar Janji'
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ratusan Guru honorer K2 melakukan aksi unjuk rasa di depan Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (10/2/2016). Dalam aksinya mereka menuntut Presiden Joko Widodo serta Menpan RB Yuddy Chrisnandi untuk segera mengangkat seluruh guru honorer menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Dalam salah satu pasalnya disebutkan bahwa mereka yang menjadi PNS harus melalui perekrutan yang profesional dan memenuhi kualifikasi tertentu.

Kualifikasi tersebut, dilakukan melalui tes bidang dan tes lainnya sesuai dengan tes CPNS yang biasa dilaksanakan dan harus memenuhi kriteria lainnya.

Kedua, lanjut Herman, tidak adanya anggaran untuk menaikkan status honorer K2 menjadi PNS karena terdapat 440.00 pegawai honorer yang harus diangkat. Sementara anggaran yang ada, tidak memungkinkan untuk melakukan pengangkatan.

"Kalau PNS, hitunglah Rp. 5 juta satu bulan. Belum tunjangan dan segala macamnya untuk 400 ribu orang. Sementara anggaran KemenPAN-RB tidak sampai sebegitu besarnya," ungkap Herman.

Namun begitu, pihaknya berjanji akan terus memperjuangkan nasib honorer K2 di Indonesia dan menunggu keputusan dari presiden mengenai hal tersebut.

Simon, salah seorang Tenaga Administrasi di Dinas Perindustrian dan Perdagangan di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat mengaku sudah berjuang sejak beberapa tahun lalu agar tak lagi menjadi pegawai honorer.

Sejak tahun 2004 hingga kini, cerita Simon, upah yang diterima Simon hanya sebesar Rp300.000.

Rekomendasi Untuk Anda

"Saya kerja dari tahun 2004 dengan gaji 300 ribu sampai sekarang. Itu yang membuat kami, sesuai dengan tema hari ini betul-betul kami mengejar takdir," ujar Simon.

Simon merupakan salah satu peserta aksi para tenaga honorer yang beberapa hari lalu melakukan aksi unjuk rasa di depan Istana Kepresidenan.

Perjuangannya ke Jakarta pun cukup menguras banyak uang. Bahkan, Simon mengungkapkan honor yang ia terima telah habis hanya untuk memperjuangkan haknya mendapatkan status Pegawai Negeri Sipil (PNS).

"Semua hampir tiga tahun honor kami habis dalam perjuangan," kata Simon.

Beruntung, Simon mendapatkan keringanan biaya ketika harus pergi ke Ibukota dari Persatuan Guru Republik Indonesia, yaitu biaya menginap di Wisma PGRI dengan harga yang sangat terjangkau.

"Perjuangan ini betul-betul menyedihkan. Contoh kami dari Mamasa, itu membutuhkan biaya yang banyak. Kami bolak-balik datang ke Jakarta, membutuhkan biaya yang banyak. Kami nginap ini kebetulan dari PGRI, kami nginap di wisma PGRI dengan biaya yang murah," kata Simon.

Keringanan biaya yang dialami Simon juga didapat dari uang urunan yang dilakukan oleh para tenaga honorer yang tergabung ke dalam Forum Honorer K2 Indonesia (FHK2I) meski tidak begitu besar bantuannya.

"Ada yang 20 ribu, ada yang 50 ribu itu kami pakai untuk ongkos kami di Jakarta, dengan tujuan ingin sampaikan aspirasi teman-teman, baik dari guru maupun tenaga administrasi lainnya dan operator di setiap instansi," ucap Simon. (tribun/nic)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas