Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
DOWNLOAD
Tribun

Pengamat Intelijen: Narkotika Dapat Menjadi Senjata Utama dalam Perang Modern

Perang modern dapat gunakan narkotika sebagai senjata utama melumpuhkan suatu kekuatan bangsa.

Penulis: Muhammad Zulfikar
Editor: Gusti Sawabi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - ‎Pengamat intelijen, Susaningtyas Kertopati mengatakan, dengan tertangkapnya pengguna narkoba di Komplek Kostrad, tentu harus menjadi trigger bagi pemberantasan barang haram tersebut yang lebih holistik.

‎"Kita wajib mendukung pemberantasan ini baik yang dilakukan BNN maupun instansi-instansi pemerintah termasuk TNI/Polri. Sebutan Darurat Narkoba sudah betul itu, karena narkoba bukan jumlah dan ragamnya banyak tappi juga sudah masuk segala elemen masyarakat dan keluarganya," kata Susaningtyas melalui pesan singkatnya, Rabut (24/2/2016).

Wanita yang akrab disapa Nuning itu menjelaskan, perang modern dapat gunakan narkotika sebagai senjata utama melumpuhkan suatu kekuatan bangsa. Proxy war dapat juga gunakan pihak-pihak ketiga untuk penyebaran narkotika ini. Oleh karenanya harus diberantas termasuk backing dan jaringannya.

"Pihak BIN juga harus adakan koordinasi deteksi dini dengan jaringan Kominda-nya. Narkotika ini sudah masuk dalam ancaman nyata bagi bangsa kita," tandasnya.

Sebelumnya, tiga anggota Kostrad positif menggunakan zat adiktif. Mereka yaitu, Sertu AS/Sintel Kostrad, dia positif Amphetamin dan Methamin. Kopka N/Ajen Kostrad, dia positif Morphin. N, pemeriksaan masih didalami sebab saat ditangkap sedang mengkonsumsi obat batuk.

Sementara itu, Kopka B/Pal Kostrad, dia positif Amphetamin dan Methamin. Selain itu, dari pemeriksaan awal B terindikasi merupakan pengedar dan salah satu backing judi Togel.

Mereka ditangkap bersama enam orang sipil yaitu H, O, J, S, dan SU. Mereka warga sipil tinggal di komplek perumahan kostrad. Mereka positif pemakai, dan salah satu diantaranya berperan sebagai kurir.

Berita Rekomendasi

Sementara itu, orang sipil lainnya, Ivan Haz, anggota DPR RI dari Fraksi PPP. Dia positif narkoba dari pemeriksaan awal. Dia diduga mendapatkan barang dari Serka B yang memang diindikasi pengedar.

Selain aparat TNI dan warga sipil, bersama mereka ditangkap lima polisi yang membeli barang dari Serka B. Mereka yaitu, Briptu E Polres Jakarta Selatan, tugas di KPK, Aiptu A bertugas di Mabes Polri. Bripka AB Polsek Kebayoran Lama, Aipda W Polres Jakarta Selatan, Aiptu A Polres Tangerang Selatan.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
×

Ads you may like.

© 2025 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas