Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun

Kata Jokowi Komplek Hambalang Bisa Saja Diubah Jadi Rusunawa

"Struktur bangunan kan dilihat, harusnya besinya gede, tapi ternyata setelah di cek di lapangan malah besinya kecil. Harusnya pondasi misalnya 3 meter

Editor: Adi Suhendi
zoom-in Kata Jokowi Komplek Hambalang Bisa Saja Diubah Jadi Rusunawa
Facebook Presiden Joko Widodo
Presiden Jokowi meninjau Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional yang mangkrak pembangunannya di Bukit Hambalang, Kabupaten Bogor yang mangkrak, Jumat (18/3/2016) 

TRIBUNNEWS.COM, BOGOR - Presiden Joko Widodo meninjau pembangunan Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) di Desa Hambalang, Bogor, Jumat (18/3/2016).

Jokowi hanya bisa geleng-geleng kepala melihat bangunan tersebut mangkrak.

Menurut Jokowi harus segera diambil keputusan yang cepat untuk menyelesaikan proyek tersebut.

Jokowi berniat segera membahas masalah ini dalam rapat terbatas.
Malah menurut presiden, bangunan ini bisa saja dijadikan rusunawa.

Proyek bernilai triliunan rupiah yang dibangun sejak tahun 2010 kini dalam kondisi yang mengkhawatirkan.

"Karena apapun ini sudah menghabiskan anggaran triliunan. Yang perlu keputusan, apakah dilanjutkan atau tidak dilanjutkan," kata Presiden.

Presiden memerintahkan Kementerian Pekerjaan Umum untuk melakukan pengecekan menyeluruh terhadap kondisi bangunan dan lingkungan sekitar.

Berita Rekomendasi

Kemudian akan diambil keputusan untuk menentukan langkah apa yang akan diambil terhadap proyek tersebut.

"Kalau dilanjutkan untuk apa? Apakah masih seperti yang lama untuk sekolah olahraga, atau mungkin diubah. Bisa saja diubah jadi wisma atlet misalnya, atau diubah jadi untuk pelatnas, atau diubah jadi Rusunawa," ujar Presiden.

Presiden menambahkan, kondisi tanah yang labil juga menjadi salah satu pertimbangan apakah proyek ini akan dilanjutkan atau tidak.

"Karena info yang saya terima tanah ini telah labil, ini nanti perlu di Balitbang PU juga akan mengecek lagi memungkinkan atau tidak masalah labilitas tanah," ucapnya.

Berdasarkan pantauan di lapangan, Presiden mengatakan bahwa struktur bangunan yang ada tidak sesuai standar untuk bangunan di perbukitan.

"Struktur bangunan kan dilihat, harusnya besinya gede, tapi ternyata setelah di cek di lapangan malah besinya kecil. Harusnya pondasi misalnya 3 meter, malah besinya 1 meter, nah ini yang akan di cek semuanya secara total," ujar Presiden. (Alex Suban)

Sumber: Warta Kota
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
© 2024 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas