Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Hoegeng Lebih Muda dari Tito Ketika Jadi Kapolri

Hoegeng Iman Santoso lahir pada 14 Oktober 1921 di Pekalongan, Jawa Tengah.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Johnson Simanjuntak

Sekedar mengingatkan, dikutip dari buku "Museum Polri 2009", selama kepemimpinan Hoegeng, banyak hal terjadi dalam tubuh internal Kepolisian Republik Indonesia.

Langkah pertamanya adalah pembenahan beberapa bidang yang menyangkut struktur organisasi. Hasilnya, struktur baru yang lebih dinamis dan komunikatif.

Langkah kedua, perubahan nama pimpinan polisi dan markas besarnya.

Sebutan Angkatan Kepolisian Republik Indonesia (AKRI) diubah menjadi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).

Selain itu sebutan Panglima Angkatan Kepolisian RI (Pangak) diubah menjadi Kepala Kepolisian RI (Kapolri) dan nama Markas Besar Angkatan Kepolisian pun berubah menjadi Markas Besar Kepolisian.

Di bawah kepemimpinan Hoegeng pulalah peran serta Polri dalam peta organisasi Polisi Internasional, International Criminal Police Organization, semakin aktif. Hal tersebut ditandai dengan dibukanya sekretariat National Central Bureau (NCB) Interpol di Jakarta.

Ide orisinil Hoegeng yang dulu sempat ditentang oleh beberapa pakar hukum tetapi kemudian diberlakukan oleh Kepolisian Republik Indonesia adalah "helm".

Rekomendasi Untuk Anda

Kewajiban memakai helm bagi pengendara atau pembonceng sepeda motor dimaksudkan untuk mengurangi korban kecelakaan lalu lintas bagi pengguna sepeda motor.

Kebijakan ini juga didukung oleh sejumlah pihak antara lain adalah AH Sadikin yang ketika itu menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

"Polisi jangan sampai menjadi momok bagi masyarakat" Jenderal Polisi Hoegeng Iman Santoso.

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas