Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ketua Komnas PA: Masyarakat Tak Boleh Membiarkan 'Predator Anak'

Menurutnya, munculnya Gang Rape diawali dengan kegiatan tabu namun dianggap biasa oleh masyarakat.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Fajar Anjungroso
zoom-in Ketua Komnas PA: Masyarakat Tak Boleh Membiarkan 'Predator Anak'
TRIBUNNEWS.COM/WULANDARI
Pendiri Paud Institute Danang Sasongko, Komisioner Sari Murti, Ketua Umum KPA Arist Merdeka Sirait, Komisioner Pusat Data dan Informasi Fendy Parengkuan, Ketua KPA LPA Kabupaten Deli Serdang Junaidi Malik, saat gelar konferensi pers di Hotel Ibis, Jalan S Parman, Slipi, Jakarta Barat, Jumat (17/6/2016). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak (KPA) Arist Merdeka Sirait menjelaskan masyarakat berperan penting menekan angka eksploitasi seksual terhadap anak.

"Saya rasa peran serta masyarakat juga tidak boleh membiarkan seolah-olah seksual itu adalah hal biasa," ujar Arist, saat ditemui di Hotel Ibis, Jalan S Parman, Slipi, Jakarta Barat, Jumat (17/6/2016).

Menurutnya, munculnya Gang Rape diawali dengan kegiatan tabu namun dianggap biasa oleh masyarakat.

"Gang Rape itu kan terjadi seperti itu, seolah-olah biasa, misalnya mandi bersama," imbuhnya.

Arist menilai, pendidikan seksualitas perlu diajarkan sejak dini pada anak-anak untuk memberikan pengetahuan terhadap hal-hal yang dianggap tabu.

"Harus ada pendidikan seksualitas, masyarakat di sekitar tempat pariwisata harus juga peduli terhadap hal itu," tegasnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Perhatian orangtua dan tegaknya hukum juga bisa membantu mengurangi maraknya kasus predator anak serta mencegah lahirnya Gang Rape baru.

"Selain itu juga ada penegakan hukum dan perhatian orangtua," tandasnya.

Hingga kini, eksploitasi seksual terhadap anak di kawasan wisata Bali, Lombok, serta Batam masih menjadi momok bagi masyarakat.

Kondisi ekonomi yang kurang serta keinginan untuk memperbaiki ekonomi keluarga dinilai sebagai salah satu faktor penyebab terjadinya kasus prostitusi anak.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas