Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Wakil Presiden Imbau Masyarakat Waspada Bencana Banjir dan Longsor

Pemetaan juga sudah dilakukan terhadap wilayah berpotensi terjadi bencana, namun kenyataannya korban masih saja berjatuhan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Wakil Presiden Imbau Masyarakat Waspada Bencana Banjir dan Longsor
TRIBUN/BPBD Sulut
Banjir bandang dan longsor menerpa Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, Selasa (21/6/2016). Empat orang diduga masih tertimbu dan sedikitnya 40 rumah rusak akibat banjir dan tanah longsor di Sangihe. TRIBUNNEWS/BPBD Sulut 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Lebih 47 orang tewas dan belasan lainnya masih hilang akibat bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah tempat di Jawa Tengah.

Banjir dan longsor juga melanda wilayah lain di Indonesia seperti di Sulawesi Utara.

Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, menyebut bencana tersebut sudah ditangani dengan baik oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) beserta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

"Ya sementara ini tentu laporannya cukup baik, penanganannya baik," kata Jusuf Kalla di Pusat Teknologi Penerbangan (Puatekbang), di Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (22/6/2016).

Salah satu pemicu terjadinya bencana tersebut adalah hujan yang turun dengan intensitas tinggi.

Hujan tersebut merupakan bagian dari dampak fenomena Lanina.

Fenomena Lanina dan segala dampaknya, sebelumnya sudah diprediksi menurut Jusuf Kalla.

Rekomendasi Untuk Anda

Pemetaan juga sudah dilakukan terhadap wilayah berpotensi terjadi bencana, namun kenyataannya korban masih saja berjatuhan.

"Ya namanya potensi (bencana), kadang-kadang kurang diperhatikan," terangnya.

Untuk mengantisipasi jatuh korban yang lebih banyak lagi, Jusuf Kalla mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati di musim penghujan ini.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas