Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Inilah Asal-usul Nomor Lambung di Kapal Perang TNI AL

Pernahkah kita bertanya, dari mana asal angka-angka yang berada di nama-nama kapal perang milik TNI AL?

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Inilah Asal-usul Nomor Lambung di Kapal Perang TNI AL
NET
KRI Diponegoro 

Kapal-kapal di bawah naungan Satkat antara lain KRI Mandau (621), KRI Singa (651), KRI Todak (631), dan KRI Clurit (641).

Angka 5


KRI Makassar 590/Wikipedia 

Angka 5 di lambung kapal biasanya identik dengan kapal-kapal milik Satuan Kapal Amfibi (Satfib) yang mempunyai tugas utama melakukan pendaratan pasukan beserta kendaraan pendukungnya.

Satfib memilih menggunakan nama-nama teluk dan kota-kota pelabuhan di Indonesia. Contohnya KRI Teluk Jakarta (541), KRI Surabaya (591), dan KRI Teluk Peleng (535).

Karena perannya sebagai kapal pendarat, Satfib mengoperasikan kapal jenis Landing Ship Tank (LST), Landing Platform Dock (LPD), dan kapal Angkut Serba Guna (ASG).

Beberapa kapal dengan nomor lambung 5, seperti KRI Teluk Ambonia (503), KRI Banda Aceh (593), dan KRI Banjarmasin (592) berada di bawah Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) TNI AL.

Rekomendasi Untuk Anda

Angka 7


KRI Pulau Rengat  711/Wikipedia 

Kapal di bawah kendali Satuan Kapal Ranjau (Satran) ini biasa menggunakan nama-nama pulau kecil.

Tugas utamanya sendiri adalah mencari dan memusnahkan ranjau di perairan.

Beberapa kapal di bawah satuan ini antara lain KRI Pulau Rengat (711), KRI Pulau Rusa (726), dan KRI Pulau Rupat (712).

Angka 8


KRI Kakap 811/Wikipedia 

Kapal dengan nomer lambung 8 bisa diidentifikasikan berada di bawah Satuan Kapal Patroli (Satrol).

Sumber: Angkasa
Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas