Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
TribunNews | PON XX Papua
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Lebaran 2016

Halal bi Halal Sebagai Sebuah Tradisi dan Ajaran Islam

Ia menambahkan, acara Halal bi Halal tersebut diadakan usai cuti

Halal bi Halal Sebagai Sebuah Tradisi dan Ajaran Islam
Fitri Wulandari/Tribunnews.com
Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin usai gelar Halal bi Halal di Kantor Kementerian Agama RI, Jakarta Pusat, Jumat (15/7/2016). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin menjelaskan makna Halal bi Halal usai hari raya Idul Fitri 1437 H yang menurutnya merupakan sebuah tradisi dalam agama islam.

"Kami di Kementerian Agama, mengadakan acara Halal bi Halal sebagai sebuah tradisi yang sangat baik, dimana kita semua bertemu, kita saling bermaaf-maafan karena ini adalah ajaran agama," ujar Lukman, saat ditemui usai acara Halal bi Halal, di Kantor Kementerian Agama, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (15/7/2016).

Ia menambahkan, acara Halal bi Halal tersebut diadakan usai cuti bersama pegawai Kementerian Agama yang bertepatan pada 10 syawal.

"Ya memang halal bi halal pada 10 syawal (jumat ini) atau minggu ini diawali dengan masuk kerja kembali, setelah liburan dan cuti bersama menghadapi Idul Fitri," katanya.

Lukman pun berharap usai Halal bi halal, semua bisa menata kehidupan menjadi lebih baik.

"Kedepan harapannya, dengan kita saling memaafkan, kita bisa menata kehidupan kedepannya lebih baik," ujarnya.

Kementerian Agama RI menggelar acara Halal bi Halal di Kantor Kementerian Agama RI, Jakarta Pusat, Jumat (15/7/2016).

Acara tersebut dihadiri pula oleh tokoh besar Nahdlatul Ulama Kyai Haji Hasyim Muzadi yang turut memberikan tausyiah di hadapan seluruh tamu yang hadir.

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas