Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Catatan IPW Soal Kerusuhan Berbau SARA di Tanjung Balai

Seperti Tanjung Balai sendiri, menurutnya, tergolong sebagai daerah rawan konflik.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Catatan IPW Soal Kerusuhan Berbau SARA di Tanjung Balai
Tribunnews.com/ Theresia Felisiani
Neta S Pane 

Massa juga menjarah toko toko. Kerusuhan baru berakhir setelah TNI diturunkan dari berbagai kota.

Jauh sebelumnya, 3 Maret 1946 Tanjung Balai, Asahan juga pernah dilanda amuk massa. Puluhan orang tewas.

Korbannya adalah keluarga Kesultanan Asahan dan warga keturunan Cina.

Kerusuhan di Tanjung Balai kemudian menjalar tanpa kendali ke berbagai daerah di Sumatera Utara, bahkan hingga ke Tanjungpura, Langkat.

Neta tegaskan, sejarah panjang amuk massa ini harus jadi pembelajaran Polri.

"Artinya, jajaran kepolisian harus memiliki kepedulian yang tinggi dan jangan membiarkan aksi mafioso berkembang, sehingga warga tidak tertekan dan nekat melakukan amuk massa berbau SARA, seperti yang terjadi di Tanjung Balai," katanya.

Rekomendasi Untuk Anda
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas