Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

HUT Kemerdekaan RI

Hanya demi Ikut Upacara Bersama Menteri, Siswa di NTT Rela Berjalan Kaki Melintasi Perbukitan

Sejumlah siswa berjalan kaki sejauh lima kilometer meyusuri perbukitan demi mengikuti upacara memperingati HUT RI ke-71

Hanya demi Ikut Upacara Bersama Menteri, Siswa di NTT Rela Berjalan Kaki Melintasi Perbukitan
Kompas.com/Sigiranus Marutho Bere
Sejumlah siswa SD di Kecamatan Nanaek Duabesi, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) melintasi bukit untuk mengikuti upacara memperingati HUT Kemerdekaan ke-71 yang dihadiri oleh Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes-PDTT) Eko Putro Sundjojo. 

TRIBUNNEWS.COM, KUPANG - Sejumlah siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kecamatan Nanaek Duabesi, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), berjalan kaki sejauh lima kilometer meyusuri perbukitan demi mengikuti upacara memperingati HUT RI ke-71, Rabu (17/8/2016).

Upacara kali ini dipimpin Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes-PDTT) Eko Putro Sundjojo. Upacara digelar di lapangan kecamatan setempat yang berbatasan langsung dengan negara luar yaitu Distrik Suai, Timor Leste.

Dengan tergopoh-gopoh sambil berlari kecil, salah satu anak tersebut, Maria Tahuk, siswa kelas V SD Subaki, mengenakan seragam Merah Putih lengkap dengan dasi dan topi. Ia membawa plastik yang berisi biskuit dari rumahnya.

Karena jarak dari rumah ke lokasi lapangan tempat digelarnya upacara jauh, mereka pun memilih membawa perbekalan. "Nanti pulang baru makan," ujarnya kepada rombongan wartawan yang saat itu berpapasan langsung dengan mereka. 

Perbekalan tersebut ternyata disiapkan guru yang nantinya dibagi bersama siswa lainnya yang mengikuti upacara HUT Kemerdekaan di lapangan.

Maria mengaku, ia bersama teman-temannya sudah biasa berjalan kaki melintasi jalan berbatu dan perbukitan. Jarak dari rumah ke sekolah juga sekitar dua kilometer.

Bagi dia, yang penting dari menghadiri upacara HUT kemerdekaan yakni bertemu pejabat negara. "Saya senang bertemu pejabat negara, apalagi kami dengar bahwa hari ini Pak Menteri yang datang untuk pimpin upacara," ujarnya.

Siswa lainnya, Martha Mau Bere dari SD Katolik Weklalenok mengaku, tidak masalah berjalan kaki sampai dua kilometer ke lapangan upacara. "Kami sudah biasa jalan kaki," kata Martha.

Martha menjelaskan, persoalan yang dialami warga di daerahnya yakni, terbatasnya angkutan pedesaan yang menghubungkan kota kabupaten dengan desa tersebut. Ongkos ojek dari jalan utama sampai desa sebesar Rp 20.000 per orang.

Satu-satunya angkutan umum yang melayani masyarakat setempat adalah mobil pikap milik pengusaha setempat yang menetapkan ongkos Rp15.000 per penumpang sampai Kota Atambua.

Martha pun berharap, dengan kehadiran Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes-PDTT) Eko Putro Sundjojo, kendala yang dihadapi warga bisa dibantu, sehingga warga setempat bisa beraktivitas dengan baik dan lancar.

Editor: Malvyandie Haryadi
Sumber: Kompas.com
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas