Tribun

Jaksa Disuap

Perantara Percobaan Suap Petinggi PT Brantas Abipraya Kepada Kajati DKI Merasa Dizalimi

Terdakwa kasus percobaan suap PT Brantas Abipraya Marudut Pakpahan merasa dizalimi dengan tuntutan jaksa penuntut umum

Penulis: Wahyu Aji
Editor: Adi Suhendi
Perantara Percobaan Suap Petinggi PT Brantas Abipraya Kepada Kajati DKI Merasa Dizalimi
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Terdakwa kasus dugaan suap di Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, Marudut Pakpahan, menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (22/8/2016). Jaksa Penuntut Umum KPK menuntut terdakwa dengan hukuman empat tahun penjara serta denda Rp200 juta subsider enam bulan dalam persidangan tersebut. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Wahyu Aji

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Terdakwa kasus percobaan suap PT Brantas Abipraya Marudut Pakpahan merasa dizalimi dengan tuntutan jaksa penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU KPK).

Ia dituntut terkait kasus percobaan suap pada Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.

Hal ini diungkapkan Marudut lewat penasihat hukumnya dalam sidang pembacaan pembelaan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Jumat (26/8/2016).

Diketahui, dua petinggi PT Brantas Abipraya yakni Sudi Wantoko dan Dandung Pamularno turut menjadi terdakwa dalam kasus tersebut.
Marudut menyatakan keberatan dengan keputusan JPU yang hanya menuntut Dandung selama 3,5 tahun penjara.

Tuntutan ini dianggap lebih ringan daripada tuntutan JPU yang ditujukan padanya yakni empat tahun penjara.

Padahal percobaan suap itu diketahui merupakan inisiatif dari Sudi dan Dandung.

"Benar terdakwa (Marudut) menerima uang dari saudara Dandung, namun tidak ada penyerahan pada Kepala Kejati DKI. Terdakwa merasa dizalimi dengan tuntutan tersebut," kata Soesilo Aribowo pengacara Marudut.

Soesilo menjelaskan, percobaan suap itu berawal dari keinginan PT Brantas Abipraya menghentikan penyelidikan yang sedang dilakukan kejaksaan.

Menurutnya, Marudut yang telah mengenal Kepala Kejati DKI Sudung Situmorang dan Asisten Pidana Khusus Kejati DKI Tomo Sitepu, meminta bantuan terkait penyelidikan kasus tersebut.

Halaman
12
Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas