Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Dilanda Isu Aniaya Perempuan, Kombes Krishna Mengaku Bingung

Krishna Murti, perwira menengah Polri yang kini menjadi Wakil Kepala Polda Lampung , mengaku jadi korban isu di media sosial.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Dilanda Isu Aniaya Perempuan, Kombes Krishna Mengaku Bingung
Amriyono Prakoso/Tribunnews.com
Khrisna Murti 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kombes Pol Krishna Murti, perwira menengah Polri yang kini menjadi Wakil Kepala Polda Lampung , mengaku jadi korban isu di media sosial.

Pria yang akrab dengan dunia sosial media itu membantah telah melakukan penganiayaan terhadap seorang perempuan bernama Novena Widjaya seperti diperbincangkan di dunia maya.

"Saya tidak tahu peristiwanya," kata Kombes Polisi Krishna Murti melalui keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (16/9/2016).

Mantan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya itu mengaku tidak mengetahui motif dan maksud mengapa dirinya dikaitkan dengan informasi tersebut.

Secara tegas, Krishna menyatakan tidak pernah terlibat aksi kekerasan terhadap wanita tersebut.

"Mudah-mudahan ini memberikan klarifikasi atas isu liar yang berkembang," ujar Krishna.

Ia menyerahkan penyelidikan yang dilakukan Profesi dan Pengamanan (Propam) Mabes Polri agar informasi itu semakin jelas.

Rekomendasi Untuk Anda

Namun Krishna mengaku mengenal sosok berinisial NW karena pernah menjadi relawan media sosial pada program Jakarta Metropolitan Police Expo.

Krishna mempersilahkan media massa mengkonfirmasi langsung kepada NW terkait informasi dugaan penganiayaan tersebut.

"Silakan tanyakan sendiri kepada orang yang ada di foto itu apakah benar saya menganiaya," tutur Krishna.

Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian memastikan Propam Mabes Polri akan segera memanggil Krishna Murti.

"Iya pasti akan dipanggil. Yang bersangkutan sudah menyatakan di media bahwa tidak melakukan tindakan itu," ujar Tito, di Mabes Polri, Jumat.

Jenderal bintang empat menambahkan telah memerintahkan Propam Mabes Polri untuk melakukan penyelidikan secara tertutup.

"Saya sudah minta tolong sama Propam untuk mendalami, nanti akan dilakukan penyelidikan secara tertutup. Kami mulai dari cari data dulu," tambahnya.

Kepala Divisi Propam Irjen Pol Muhammad Iriawan mengaku telah merespon isu tersebut dan akan melakukan penyelidikan.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas