Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Tak Cukup Ditegur, Kafe yang Terbukti Merusak Pelajar Harus Ditutup

"PGRI sangat prihatin, ini sangat menyedihkan," ungkap Plt Ketua Umum PB PGRI, Unifah Rosyidi.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Hasanudin Aco
zoom-in Tak Cukup Ditegur, Kafe yang Terbukti Merusak Pelajar Harus Ditutup
Twitter
Plt Ketua Umum PB PGRI, Unifah Rosyidi 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA  - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) menyesalkan tindakan pihak manajemen Kafe Basecamp di Tanjungpinang, Kepulauan Riau.

Karena mereka memberikan bir gratis kepada pengunjung yang berseragam SD. Bahkan kasirnya berseragam SD dan berlambang SD.

"PGRI sangat prihatin, ini sangat menyedihkan," ungkap Plt Ketua Umum PB PGRI, Unifah Rosyidi, saat dihubungi, Rabu (5/10/2016).

Karena itu, PGRI mendukung Pemerintah Kota Tanjungpinang memberikan peringatan. Bahkan, menurutnya, tak hanya sekedar itu, tapi perlu tindakan tegas.

"Harus ditindak tegas, bukan hanya peringatan. Kalau sudah terbukti, ditutuplah," sambungnya.

Bir, minuman keras, rokok, katanya menambahkan, merupakan pintu masuk menuju narkoba, yang merupakan musuh bangsa.

Apalagi, motif manajemen Kafe tersebut tak hanya bisnis. Tapi ada motif lain, yang harus lebih diselidiki lebih lanjut. Yaitu, adanya grand design untuk merusak generasi muda. Karena sebelumnya sudah kerap ditemukan adanya permen yang dicampur narkoba.

Rekomendasi Untuk Anda

Karena itu, dia berharap, harus ada sinergi dari semua pihak, terutama orang tua, guru, dan masyarakat, untuk menjaga anak-anak dari prilaku asusila.

"Kita harus menjaga pendidikan karakter (anak-anak)," tandasnya.

Sebelumnya, Sekda Kota Tanjungpinang Riono menyaksikan sendiri event "Back to School Party" tema yang diangkat cafe Basecamp pada Minggu dini hari kemarin.

"Saya masuk sendiri, lihat kasirnya berseragam SD dan berlambang SD. Sebab itu saya mencari penanggung jawab cafe karena berdasarkan laporannya ada 'free beer', tapi itu disangkal penanggung jawab cafe tersebut," ungkap Riono.

Riono mengaku telah memberikan sanksi teguran agar hal tersebut tidak terulang kembali. Jika terulang, Pemkot Tanjungpinang akan bertindak lebih tegas.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas