Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun

Wakapolda: Mabes Polri Akan Telusuri Ucapan Provokasi Kapolda Metro

Brigjen Suntana, menilai dilaporkannya Irjen Mochammad Iriawan itu merupakan hak warga negara.

Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Wakapolda: Mabes Polri Akan Telusuri Ucapan Provokasi Kapolda Metro
Glery Lazuardi/Tribunnews.com
Wakapolda Metro Jaya, Brigjen Suntana 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) melaporkan Kapolda Metro Jaya, Irjen Mochammad Iriawan ke Divisi Profesi dan Pengamanan (Div Propam) Mabes Polri, pada Jumat (11/11/2016).

Wakapolda Metro Jaya, Brigjen Suntana, menilai dilaporkannya Irjen Mochammad Iriawan itu merupakan hak warga negara.

Dari laporan itu, pihak Div Propam Mabes Polri akan menangani.

"Itu merupakan hak sebagai warga negara yang merasa apabila ada tindakan atau yang dilakukan anggota polri yang  tak sesuai dengan pandangan mereka. Nanti saya yakin Mabes Polri akan memproses sesuai aturan," ujar Suntana, kepada wartawan ditemui di Mapolda Metro Jaya, Jumat (11/11/2016).

Irjen M Iriawan diduga menghasut sesuai video yang beredar di youtube.

Mantan Kadiv Propam Mabes Polri itu menyebut HMI sebagai provokator kerusuhan di seberang Istana Negara, Jakarta pada Jumat 4 November lalu.

Laporan tersebut diterima oleh Propam Mabes Polri, dengan nomor : SPSP2/3584/XI/2016/Bagyanduan, dan pelapornya yakni M Syukur Mandar, Tim Advokasi Muslim Indonesia (TAMI) yang juga koordinator Kuasa Hukum PB HMI.

Berita Rekomendasi

"Kalau memang ada teman-teman HMI yang melaporkan itu, itu hak mereka dan saya rasa Mabes Polri akan memproses dan mencari kebenaran," kata dia.

Di kesempatan itu, dia menegaskan, jajaran Polda Metro Jaya selama mengamankan aksi unjuk rasa melakukan tahapan-tahapan mulai dari awal dilakukan diskusi, rapat, dengan para rencana yang akan unjuk rasa.

Mana yang harus dilakukan mana yang tidak boleh dilakukan.

Termasuk, kata dia, adanya indikasi provokasi sudah disampaikan apabila ada masa yang cukup besar agak mudah diprovokasi oleh orang.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
© 2025 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas