Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Begini Rencana 'Pengantin' DYN Ledakkan Diri di Istana Negara

ketujuh terduga teroris ini ditangkap pada Sabtu dan Minggu, 10 dan 11 Desember 2016 di berbagai lokasi seperti Bintara-Bekasi, Karanganyar, Ngawi,

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Begini Rencana 'Pengantin' DYN Ledakkan Diri di Istana Negara
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Tim Puslabfor Polri bersama Tim Densus 88 Antiteror melakukan olah tkp rumah kontrakan terduga teroris di Bintara, Bekasi, Jawa Barat, Minggu (11/12/2016). Puslabfor Polri membawa lima paper bag dan dua kardus ukuran sedang usai melakukan olah tkp lanjutan atas penggerebekan terduga teroris dan penemuan bom berdaya ledak tinggi pada Sabtu (10/12/2016). TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - ‎Tujuh terduga teroris jaringan Kelompok Jamaah Anshar Khilafah Daulah Nusantara (JAKDN) yang terafiliasi dengan Bahrun Naim dan hendak meledakkan diri di Istana Negara saat pergantian jaga Paspampres, hingga kini masih diperiksa Densus 88 di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

Seperti diketahui, ketujuh terduga teroris ini ditangkap pada Sabtu dan Minggu, 10 dan 11 Desember 2016 di berbagai lokasi seperti Bintara-Bekasi, Karanganyar, Ngawi, Solo dan Klaten‎.

Kabag Mitra Biro Penerangan Masyarakat, Divisi Humas Polri, Kombes Awi Setiyono ‎mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan, sementara ini mereka mengatakan hanya ingin meledakkan istana negara.

"Masih sama seperti kemarin, mereka mau aksi di istana negara. Skenarionya minggu pagi, NS (Nur Solihin) dan ‎ AS (Agus Supriyadi) rencananya mengantar (DYN) Dian Yulia Novi melakukan aksinya," ujar Awi, Selasa (13/12/2016) di Mabes Polri.

Rencananya Dian Yulia Novi akan lebih dulu diantar ke masjid Istiqal, selanjutnya ‎Dian Yulia Novi akan berjalan kaki ke arah Istana Negara.

"Terakhir, begitu rencana mereka. Alhamdulilah itu bisa kami gagalkan. Ini sebagian dari pengakuan dari para terduga pelaku," ‎kata Awi.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas