Surya Paloh Belum Mau Mencalonkan Presiden RI
Irma Suryani mendorong ambang batas presiden (presidential treshold) sebesar 30 persen dalam RUU Pemilu.
Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Hasanudin Aco
Politikus NasDem Dorong Ambang Batas Presiden 30 Persen
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Fraksi NasDem DPR RI Irma Suryani mendorong ambang batas presiden (presidential treshold) sebesar 30 persen dalam RUU Pemilu.
Sedangkan parliamentery treshold (PT) sebesar lima persen.
"Kalau menurut saya lucu juga mau menjadi presiden dari partai gurem. Rakyat kalau enggak mempercayai partai politik maka tidak memilih tokohnya," kata Irma ketika dikonfirmasi, Minggu (15/1/2017).
Menurut Irma, usulan presidential treshold menjadi 0 persen tidak memiliki pertanggungjawaban kepada rakyat.
"Kalau presiden dipercaya oleh rakyat, otomatis partainya dipercaya oleh rakyat," kata Irma.
Irma mengatakan presidential treshold sebesar 30 persen dapat menjadi modal seseorang maju sebagai calon presiden.
Ambang batas presiden yang tinggi membuat biaya kampanye semakin besar.
"Saat itu Surya Paloh (Ketum NasDem) juga tidak mau jadi presiden karena perolehan suara hanya baru 36 kursi di DPR," kata Irma.
Apalagi, NasDem baru mengikuti pemilu legislatif pada 2014.
Irma mengatakan pihaknya mengukur diri terkait pencapaian partai NasDem.
"Dapat 36 kursi, mimpi jadi presiden dan wapres. Kebanyakan orang percaya diri, yang bilang mampu, ya rakyat," ujar Anggota Komisi IX DPR itu.