Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Rizieq Mau Polisikan Megawati, Kapolda: Jangan Cari-cari Kesalahan

Ia melihat dan menilai tidak ada kalimat yang salah maupun yang memenuhi unsur pidana dari pidato tersebut.

Rizieq Mau Polisikan Megawati, Kapolda: Jangan Cari-cari Kesalahan
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri memberikan pidato politiknya saat perayaan HUT PDI Perjuangan ke-44 di JCC, Jakarta, Selasa (10/1/2017). HUT PDI Perjuangan ke-44 kali ini mengambil tema 'PDI Perjuangan Rumah Kebangsaan Untuk Indonesia Raya'. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Mohammad Iriawan heran dengan rencana pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab mempolisikan mantan Presiden RI sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri terkait pidato dalam HUT ke-44 PDI Perjuangan.

Sebab, sepengetahuannya, tidak ada yang salah atau melanggar pidana dari isi pidato tersebut.

Iriawan berharap Rizieq tak mencari-cari kesalahan orang lain.

"Jadi, jangan cari-cari kesalahan orang," ujar Iriawan di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (17/1/2017).

Iriawan mengaku telah mengecek rekaman video pidato Megawati.

Ia melihat dan menilai tidak ada kalimat yang salah maupun yang memenuhi unsur pidana dari pidato tersebut.

Sebelumnya, Habib Rizieq berencana melaporkan Megawati ke kepolisian yang menyinggung soal 'peramal masa depan' saat pidato di acara HUT ke-44 PDIP pada Selasa (10/1/2017). 

Rizieq menduga Megawati telah melakukan penistaan agama dan suku bangsa.

Sebab, Megawati menyinggung soal ideologi tertutup yang muncul dari pihak-pihak yang ingin melakukan tindakan hanya didasarkan pada kekuasaan totaliter.

Bagi mereka, teror dan propaganda adalah jalan kunci tercapainya kekuasaan.

"Tidak hanya itu, mereka benar-benar anti-kebinekaaan. Itulah yang muncul dengan berbagai persoalan SARA akhir-akhir ini. Di sisi lain, para pemimpin yang menganut ideologi tertutup pun memposisikan dirinya sebagai pembawa 'self fulfilling prophecy', para peramal masa depan. Mereka dengan fasih meramalkan yang akan pasti terjadi di masa yang akan datang, termasuk dalam kehidupan setelah dunia fana, yang notabene mereka sendiri belum pernah melihatnya," kata Mega dalam pidatonya.

Penulis: Abdul Qodir
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas