Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Jokowi Prihatin Lihat Dugaan Suap Patrialis Akbar

Jokowi prihatin sekali karena Mahkamah Konstitusi ini kan benteng terakhir konstitusi

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Jokowi Prihatin Lihat Dugaan Suap Patrialis Akbar
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Patrialis Akbar keluar dari gedung KPK memakai baju tahanan usai menjalani pemeriksaan, di Jakarta, Jumat (27/1/2017). Patrialis Akbar bersama tiga orang lainnya ditetapkan sebagai tersangka terkait dugaan kasus suap gugatan UU Peternakan dan Kesehatan Hewan di MK. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi Johan Budi Sapto Pribowo menyebutkan bahwa Presiden Joko Widodo prihatin melihat peristiwa operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK terhadap Hakim MK Patrialis Akbar.

"Jokowi prihatin sekali karena Mahkamah Konstitusi ini kan benteng terakhir konstitusi, yang berkaitan dengan hukum. Ini yang kedua kalinya," ujar Johan Budi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (27/1/2017).

Keprihatinan Presiden Jokowi melihat kasus ini lantaran masih ada perilaku koruptif ditengah upaya pemerintah memberantasnya.

"Di tengah-tengah upaya semua pihak untuk memberantas korupsi, ternyata masih ada hakim yang tertangkap oleh KPK. Presiden prihatin, sangat prihatin," kata Johan Budi.

Johan Budi mengatakan, Presiden Jokowi selalu mendukung langkah KPK dalam rangka melakukan pencegahan maupun penindakan terhadap praktik korupsi dan suap.

"Presiden mendukung sepenuhnya langkah yang dilakukan KPK," ucap Johan Budi.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas