SBY Ingin Bertemu Jokowi, PDIP: Presiden Jokowi Paham Betul dengan Siapa Dia Seharusnya Bertemu
Andreas menegaskan keinginan SBY bertemu Presiden Jokowi, tergantung urgensi dari pertemuan.
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Hasanudin Aco

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira menjawab keinginan Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Andreas menegaskan keinginan SBY bertemu Presiden Jokowi, tergantung urgensi dari pertemuan.
Sebagai Presiden, Jokowi tentu ingin ditemui oleh berbagai orang dan kelompok.
"Presiden Jokowi tentu paham betul, dengan siapa dia seharusnya bertemu," ujar Andreas Pareira kepada Tribunnews.com, Rabu (1/2/2017).
"Apakah pak SBY masuk dalam skala prioritas pertemuan dengan Presiden? Saya tidak tahu," tambahnya.
Baca: SBY: Ada yang Melarang Presiden Jokowi Bertemu Saya
Sebelumnya, Ketua Umum Partai Demokrat SBY mengatakan, ada pihak yang melarang Presiden Joko Widodo untuk bertemu dengannya.
Pihak tersebut, kata SBY, adalah orang-orang yang berada di lingkaran Presiden.
"Konon, beliau (Jokowi) ingin bertemu dengan saya, tapi dilarang oleh dua atau tiga orang di sekitar beliau untuk bertemu saya. Hebat juga dua-tiga orang itu bisa melarang Presiden bertemu sahabatnya," kata SBY dalam keterangan persnya, di Jakarta, Rabu (1/2/2017).
SBY mengatakan, ia memendam keinginan bertemu Jokowi untuk mengklarifikasi segala hal yang dikaitkan dengannya.
Menurut SBY, ia dituduh menggerakkan dan mendanai aksi damai pada 4 November 2016, tudingan terkait upaya makar, dan sejumlah tuduhan lainnya.
"Sayang sekali, saya belum ada kesempatan bertemu Presiden Jokowi. Kalau bertemu, saya ingin bicara blakblakan, siapa yang menyampaikan informasi dan intelijen kepada beliau kalau saya mendanai 411, dan lain-lain," papar SBY.
"Saya ingin melakukan klarifikasi secara baik, dengan tujuan dan niat yang baik, agar tidak menyimpan praduga atau saling curiga," lanjut dia.
Dalam keterangan persnya pada hari ini, SBY akan menyampaikan tanggapan terkait keterangan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang mengaitkan dirinya dengan fatwa MUI soal penodaan agama. Pernyataan Ahok disampaikan dalam persidangan kasus penodaan agama yang berlangsung pada Selasa (31/1/2017). (*)