Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

'Kami Ikhlas Ibu Gugur dalam Perjuangan'

Patmi merupakan satu dari sekian warga, yang gigih menolak pembangunan pabrik semen di wilayah Jawa Tengah.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Sanusi
zoom-in 'Kami Ikhlas Ibu Gugur dalam Perjuangan'
Tribunnews.com/ Dennis Destryawan
Sri Utami (29) anak dari Patmi (48) seorang petani di Pegunungan Kendeng yang meninggal setelah ikut aksi cor kaki di depan istana Merdeka. 

"Di sana sangat sehat, kesehariannya kami ya sama-sama, tak mengeluh sakit apa pun," ujarnya.

Saat di Jakarta, Gunretno bertanya kepada Patmi, apakah sudah pamit keluarga.

"Yu Patmi menjawa, sudah. Berangkat ke Jakarta untuk memperjuangkan kelestarian Pegunungan Kendeng," tutur dia.

Disampaikan, lantaran seorang peserta aksi meninggal dunia, maka rencana lanjutan aksi mengecor kaki menggunakan semen, untuk sementara waktu ditunda. "Kami masih berduka, tentu ya ditunda dulu, sampai kapan kami belum tahu," ucapnya.

Wakil Ketua Komnas Perempuan, Budi Wahyuni, yang turut hadir di rumah duka mengatakan, ia sangat salut terhadap perempuan Kendeng yang turut dalam aksi #DipasungSemen2. Menurut dia, para perempuan itu mengajarkan ketulusan dan kesabaran dalam berjuang.

"Mereka terpaksa memasung kaki menggunakan cor semen, lantaran suara mereka tak lagi didengar," tuturnya.

Usai disalatkan, jenazah Patmi langsung dimakamkan di pemakaman umum desa setempat. Isak tangis kembali pecah saat keranda diusung menuju tempat peristirahatan terakhir. (tribun jateng/yan)

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas