Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Novel Punya Foto Orang yang Pernah Membuntutinya

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan pernah merasa dibuntuti oleh beberapa orang.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Novel Punya Foto Orang yang Pernah Membuntutinya
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Penyidik Senior KPK Novel Baswedan menghadiri sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (30/3/2017). Novel Baswedan dan dua orang penyidik KPK lainnya yaitu Irwan Santoso dan Ambarita Damanik menjalani sidang konfrontir dengan mantan anggota Komisi II DPR Miryam S Haryani terkait kasus dugaan korupsi penerapan KTP elektronik dengan terdakwa Irman dan Sugiharto. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan pernah merasa dibuntuti oleh beberapa orang.

Hal itu terjadi beberapa waktu sebelum orang yang tidak dikenal menyerangnya secara fisik pada Selasa (11/4/2017) pagi.

Hal itu dikatakan Novel kepada mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD, saat dijenguk di Jakarta Eye Center, Menteng, Jakarta Pusat.

Baca: Saksi Mata: Pelaku Sempat Menoleh ke Novel yang Berteriak Kesakitan

Menurut Mahfud, Novel mengaku telah mencurigai beberapa orang yang selalu mengikutinya.

"Tidak spesifik membuntuti. Tapi ada gejala-gejala mencurigakan. Ada orang yang sering datang ke lingkungan dia, bahkan sudah difoto. Tinggal dicari saja nanti," kata Mahfud.

Menurut Mahfud, foto tersebut kemungkinan dapat membantu penelurusan Kepolisian untuk mencari pelaku yang menyerang Novel pada Selasa pagi.

Rekomendasi Untuk Anda

Novel mendapat serangan fisik dari orang yang belum diketahui identitasnya pada Selasa pagi.

Menurut informasi, seusai menjalani shalat subuh di dekat rumahnya di Kelapa Gading, Novel dihampiri oleh dua orang yang kemudian menyiramkan cairan diduga air keras ke arah wajah Novel.

Akibat hal itu, kedua mata Novel terluka dan membutuhkan perawatan intensif dari tim dokter.

Kepala Polri Jenderal Pol Tito Karnavian membentuk tim khusus untuk menangani kasus ini.

Menurut Tito, tim tersebut merupakan gabungan dari Polres Jakarta Utara, Polda Metro Jaya dan Mabes Polri.

Ia memastikan bahwa tim tersebut akan bekerja secara maksimal.

Penulis: Abba Gabrillin

Sumber: Kompas.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas