Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Seorang WNI Perempuan Diduga Terlibat Penyerangan ke Marawi

Satu orang perempuan Warga Negara Indonesia (WNI) diduga terlibat dalam penyerangan ke Kota Marawi, Filipina Selatan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Abdul Qodir
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Seorang WNI Perempuan Diduga Terlibat Penyerangan ke Marawi
Tribun Jateng/Khoirul Muzaki
Beberapa orang WNI yang dicari oleh polisi Filipina, mereka diduga menjadi anggota militan di Marawi, Mindanao 

Juru Bicara Kemenlu, Armanatha Nasir, mengaku pihaknya tidak memiliki wewenang untuk menyampaikan ada atau tidaknya WNI yang terlibat.

Menurutnya, yang berhak untuk memberikan keterangan mengenai hal itu yakni Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Densus 88.

"Terkait siapa saja yang diduga terlibat, yang tepat bicara itu adalah BNPT dan Densus 88," ujar Armanatha.

Ia menegaskan baik BNPT maupun Densus 88 memiliki rincian data terkait siapa saja WNI yang diduga terlibat dalam aksi teror yang dilakukan di luar negeri.

"Karena mereka yang mengetahui detailnya orang-orang Indonesia yang diduga terlibat, atau ikut kelompok teroris di luar negeri," tegas Armanatha.

Armanatha Nasir mengatakan, 17 Warga Negara Indonesia (WNI) yang berhasil dievakuasi dari lokasi zona konflik di Kota Marawi, Filipina akan dipulangkan ke Indonesia pada Sabtu, 3 Juni 2017.

"Rencananya, (17) WNI itu akan kembali ke Indonesia pada Sabtu (besok), sebelum kembali ke daerah masing-masing," ujar Armanatha.

Rekomendasi Untuk Anda

Sebanyak 17 orang WNI tersebut merupakan Jamaah Tabligh di dua lokasi yang berdekatan dengan Kota Marawi, yakni kawasan Marantau dan Sultan Naga Dimaporo.

"Kalau dari Jamaah Tabligh, sudah semua dievakuasi," kata Armanatha.

Armanatha pun kemudian menyebutkan jumlah WNI yang dievakuasi dari dua kawasan dekat daerah konflik yang melibatkan Milisi Maute yang berafiliasi dengan ISIS.

"Karena semua kemarin ada 10 orang di Marawi City, ada 6 (orang) di Sultan Naga Dimaporo, dan ada (seorang) WNI di sana yang sudah menetap," kata Armanatha. (coz/fit/kps/wly)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas