Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ahok Begitu Merindu Keluarga, Terbaca dari Analisis Tulisan Tangannya

Benarkah kepribadian Basuki Tjahaja Purnama setelah mendekam di balik sel jeruji menunjukkan diri aslinya? Analisis pakar tentang tulisan tangannya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Y Gustaman
zoom-in Ahok Begitu Merindu Keluarga, Terbaca dari Analisis Tulisan Tangannya
Istimewa/Kompas.com
Ahok dan tulisan tangannya. KOMPAS.COM 

Seperti profil psikologis, tulisan tangan selalu bergerak. Dan dalam kasus ini, kita belajar bahwa orang yang paling keras pun bisa dilunakkan oleh pengalaman yang mengubah hidupnya.

Mudah-mudahan, dia belajar kesalahannya. Dan saat dia, dia akan menjadi orang yang berubah.”

Di kolom komentar, saat menanggapi komentar seorang rekannya, Putro juga menulis:

“Sebagian dari egonya masih di situ. Ukuran tulisannya cenderung masih besar. Mungkin seiring waktu akan mengecil.

Kemiringan tulisannya juga sudah tidak terlalu ke kanan. Ada perubahan dalam cara dia mengekspresikan emosi. Sedikit lebih kontemplatif dibanding dulu

Kadang karakter manusia akan banyak berubah seiring semakin sering dirinya berbincang dengan dirinya sendiri.

Bagi pria yang lebih rendah, kesepian membunuh. Tapi untuk pria yang lebih besar.

Rekomendasi Untuk Anda

Kesepian menumbuhkan karakter mereka.”

Ketika IntisariOnline bertanya tentang kemungkinan Ahok mengulang kesalahannya, pria yang memiliki latar belakang pendidikan Kriminologi di Universitas Indonesia ini mengaku tidak berani menjawab.

“Karena itu jatuhnya probabilitas yang riskan banget untuk ditebak,” ujarnya.

Namun yang jelas, menurut Putro, Ahok sangat menyesal. Hal ini terjadi setelah dirinya lebih banyak berkontemplasi, berbicara dengan dirinya sendiri.

Padahal, pada dasarnya Ahok merupakan sosok yang lebih senang berbicara di depan banyak orang.

Terkait dengan keputusan Ahok untuk membatalkan upaya banding, menurut Putro, hal ini menunjukkan perubahan sikap Ahok yang sebelumnya sangat kompetitif dan ambisius menjadi lebih mau mengalah.

“Mungkin dia sudah bisa mulai mengendalikan ambisinya karena sebetulnya dia merupakan sosok yang baper dan sangat sayang keluarga,” tutur Putro. “Dia enggak mau keluarganya menanggung beban yang lebih berat dari sekarang.”

Ingin tulisan tangan Anda dianalisis? Silakan hubungi Putro Perdana di perdanaputro@gmail.com.

Sumber: Intisari
Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas