Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Din Syamsuddin: Mohon Maaf, Membawa Nama Muhammadiyah Tidak Etis

"Saya mengetahui dan mengikuti (persidangan) mantan Menkes Siti Fadilah. (Dia) sama sekali tidak pernah menyebut Amien Rais."

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Din Syamsuddin: Mohon Maaf, Membawa Nama Muhammadiyah Tidak Etis
KOMPAS IMAGES
Din Syamsuddin 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin menilai ada sejumlah kejanggalan dalam penanganan kasus dugaan korupsi alat kesehatan, yang menyeret mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari.

Kejanggalan yang ia maksud antara lain penyebutan nama mantan Ketua MPR sekaligus pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais, oleh Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ali Fikri, dalam persidangan Siti Fadilah Supari.

"Saya mengetahui dan mengikuti (persidangan) mantan Menkes Siti Fadilah. (Dia) sama sekali tidak pernah menyebut Amien Rais. Beliau tidakk pernah memberi, mentransfer dana kepada Amien Rais," ujarnya kepada wartawan di kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI), Jakarta Pusat, Rabu (7/6/2017).

Amien Rais adalah warga Muhammadiyah, dan Siti Fadilah Supari adalah menteri yang diusung oleh Muhammadiyah.

Saat menyebutkan nama Amien Rais dalam persidangan, jaksa juga membeberkan bahwa uang itu ditransfer melalui Soetrisno Bachir, yang juga merupakan warga Muhammadiyah, sekaligus petinggi PAN.

Sampai nama Muhammadiyah disebut-sebut di persidangan, menurut Din Syamsuddin hal itu bukanlah hal yang biasa terjadi di persidangan.

Ia mempertanyakan kenapa jaksa sampai harus menyeret nama organisaisnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Baca: Pemkot Depok Keruk Situ dan Kali Manfaatkan Musim Panas

"Mohon maaf, membawa nama Muhammadiyah, ini tidak etis. Tidak pernah ada kasus lain disebut-sebut organisasinya, maka tidak salah kalalu saya pribadi bersuudzon (berprasangka buruk), ini ada apa dengan KPK?" tuturnya.

"Apakah dikaitkan dengan manuver (politik) Amien Rais? Ini perlu diverifikasi," sambung Din. (*)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas