Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Novel Baswedan: Apakah Perintah Presiden untuk Mengungkap Kasus Ini Bisa Dilaksanakan?

Lebih dari empat bulan berlalu, pelakunya belum juga tertangkap, dan polisi pun jadi bulan-bulanan kecaman -dan tuduhan juga.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Novel Baswedan: Apakah Perintah Presiden untuk Mengungkap Kasus Ini Bisa Dilaksanakan?
youtube
Penyidik KPK Novel Baswedan 

Kita bisa lihat, apabila tidak ditangkap berarti perintah presiden akan diabaikan.

Yang kedua, apabila ingin mengetahui fakta-fakta dengan obyektif, Kapolri akan sangat terbantu apabila dibentuk tim gabungan pencari fakta.

Dengan begitu proses investigasi akan berjalan obyektif.

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menunjukkan sketsa wajah terduga pelaku penyerangan terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan, di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (31/7). Kapolri dipanggil oleh Presiden Joko Widodo untuk melaporkan perkembangan kasus Novel Baswedan.
Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menunjukkan sketsa wajah terduga pelaku penyerangan terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan, di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (31/7).  (ANTARA FOTO/PUSPA PERWITASARI)

Nanti Kapolri tinggal bandingkan dengan hasil yang dilakukan oleh tim investigasi sekarang.

Kapolri akan mengetahui betulkah ada proses-proses yang tidak benar dalam penyelidikan itu.

Kalau tidak dilakukan (perbandingan) demikian, bagaimana cara Kapolri bisa mengukur kinerja yang dilakukan oleh bawahannya sudah obyektif atau tidak. Tidak akan bisa lagi diukur.

Dan polisi juga mengedarkan sketsa terduga pelaku -apakah menurut Anda investigasi ini sudah berjalan di jalur yang benar?

Rekomendasi Untuk Anda

Sketsa wajah dibuat setelah hampir tiga bulan peristiwa terjadi.

Tentu kita bisa tahu bahwa itu waktu yang lama, tiga bulan.

Orang bisa lupa: sketsa wajah dibuat dengan cara bertanya kepada saksi-saksi, ketika itu dibuat demikian lama, saya menduga ini tidak serius.

Biasanya sketsa wajah dibuat dalam seminggu pertama peristiwa, itu apabila dibuat serius. Ini setelah tiga bulan, apapun bisa terjadi.

Yang kedua, sejak awal kejadian saya sudah memberikan keterangan bahwa saya tidak melihat langsung pelakunya.

Belakangan disebutkan bahwa sketsa wajah itu dibuat untuk diperlihatkan kepada saya untuk ditanyakan apakah ini pelakunya atau bukan. Saya kira ini bukan itikad untuk mengungkap.

Apakah Anda sudah didatangi oleh tim kepolisian, karena polisi kemarin mengatakan bahwa mereka sulit memeriksa Anda secara langsung? Apakah itu betul?

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas