Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
4 - 1
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Makna Merdeka Bagi Sekjen Partai Demokrat

"Kita harus merdeka dari kebodohan, merdeka dari kemiskinan, merdeka dari persoalan-persoalan yang buruk,"

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Makna Merdeka Bagi Sekjen Partai Demokrat
Tribunnews.com/ Muhammad Zulfikar
‎Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Hinca Panjaitan, saat mempin upacara HUT Kemerdekaan RI di Puri Cikeas, Bogor, Kamis (17/8/2017). 
Memuat video…

Laporan Wartawan Tribunnews.com, M Zulfikar

TRIBUNNEWS.COM, BOGOR - ‎Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Hinca Panjaitan memiliki pandangan tersendiri dalam memaknai kata merdeka.

Menurutnya, ‎merdeka adalah harus terbebas dari beberapa persoalan bangsa.

"Kita harus merdeka dari kebodohan, merdeka dari kemiskinan, merdeka dari persoalan-persoalan yang buruk," kata Hinca di Puri Cikeas, Bogor, Kamis (17/8/2017).

Hinca menuturkan, ‎dalam pembukaan UUD 1945 jelas disebutkan bahwa kita harus memajukan kesejahteraan umum.

Baca: Sejarah Baru Upacara HUT Kemerdekaan RI di Istana, Bendera Pusaka Dibawa Kereta Kencana

Menurutnya, kata memajukan ‎itu sesuatu yang tidak boleh berhenti dan harus terus dilakukan.

Rekomendasi Untuk Anda

"Tentu kita belum total merdeka dari kemiskinan, belum 100 persen merdeka dari kebodohan. Maka itu kita tidak boleh berhenti memajukan," ujarnya.

Dalam menghilangkan kemiskinan dan kebodohan, menurut Hinca ada peran dari partai politik.

Baca: Giliran Paskibraka dari Sumatera Utara Bawa Bendera Merah Putih

Dikatakannya, pekerjaan dalam memajukan bangsa harus menjadi tujuan utama partai politik.

"Itu adalah pekerjaan yang sehari-hari kita lakukan di partai politik. Memerdekakan semua itu (kemiskinan dan kebodohan)," imbuhnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas