Menristedikti Tak Mau Ada Serangan Fundamentalisme di Kampus
"Kalau komitmen kebangsaan dan kesadaran akan peran empat pilar maka masalah fundamentalisme dapat dipecahkan," tegasnya.
Penulis: Rizal Bomantama
Editor: Malvyandie Haryadi
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rizal Bomantama
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Muhammad Nasir menekankan agar tidak terjadi serangan fundamentalisme ke dalam kehidupan kampus.
Baca: Sejarah Hitam Permukiman Penduduk Terpadat di Dunia yang Kini Ditinggalkan Penghuninya
Karena menurutnya dalam kehidupan kampus harus ada saling berbagi pengetahuan tentang apa yang dipahami.
"Oleh karena itu jangan ada yang mau menang sendiri karena diskusi sehat adalah budaya di lingkungan pendidikan tinggi. Saya harap di kampus tak ada masalah radikalisme dan fundamentalisme karena hakikat berkehidupan di perguruan tinggi adalah mencari ilmu pengetahuan," ungkapnya, Selasa (19/9/2017).
Baca: Jenderal Polisi Berpangkat Bintang 2 Akan Pimpin Densus Tipikor
Hal itu disampaikannya usai menghadiri deklarasi antiradikalisme di kampus di Auditorium GWS Universitas Kristen Indonesia, Cawang, Jakarta Timur.
Mengenai masalah fundamentalisme, M Nasir berharap pihak kampus bisa mengembalikan kepada wawasan kebangsaan yang berlandaskan pada Pancasila, UUD 1945, dan Bhineka Tunggal Ika.
"Kalau komitmen kebangsaan dan kesadaran akan peran empat pilar maka masalah fundamentalisme dapat dipecahkan," tegasnya.