Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Video Call dari Singapura, Novel Minta TGPF Segera Dibentuk

Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak melakukan video call dengan penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

Tayang:
Baca & Ambil Poin

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak melakukan video call dengan penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

Hal itu dilakukan di sela-sela, kunjungan Dahnil Anzar bersama koalisi Masyarakat Sipil Peduli KPK, Rabu (11/10/2017) petang, di KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.

Tujuannya mereka ingin mengungatkan agar kasus penyerangan terhadap Novel tidak dilupakan. Terlebih sudah enam bulan, kasus ini tidak kunjung terungkap.

Baca: Syarat Bahasa Inggris Untuk Kuliah di Australia Diperketat

Dalam video call, terlihat Novel menggunakan jas hitam dan kaca mata dengan bingkai hitam. Mata kiri Novel juga masih terlihat putih.

Di kesempatan itu, Novel meminta pemerintah Indonesia untuk membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) atas kasus teror penyiraman air keras yang menimpa dirinya.

"Saya ucapkan terima kasih atas dukungan terkait apa yang menimpa kepada saya penyerangan yang dilakukan pada enam bulan lalu. Semoga semangat pemberantasan korupsi tidak berhenti. Saya minta dibentuk TGPF," terang Novel.

Rekomendasi Untuk Anda

Baca: Komisi III DPR Gelar Rapat dengan Kapolri

Novel menambahkan dengan adanya teror tersebut, dirinya justru lebih semangat dalam memberantas korupsi di Indonesia. Baginya peristiwa itu merupakan risiko sebagai penyidik di KPK. (*)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas