Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Wakil Ketua MPR: Pemimpin Tidak Usah Bawa SARA Dalam Berpolitik

Pidato Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan membuat polemik terkait peryataannya tentang diksi pribumi.

Tayang:
Baca & Ambil Poin

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pidato Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan membuat polemik terkait peryataannya tentang diksi pribumi.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua MPR RI, Mahyudin mengimbau semua pihak, terutama pejabat publik untuk tidak lagi menggunakan diksi berbau SARA.

Baca: Penyidik di Densus Tipikor Akan Miliki Kemampuan Khusus

"Sebaiknya kita tidak usah membawa SARA di dalam politik kita, baik itu istilah pribumi. Karena itu tidak usah dibuka-buka lagi," kata Wakil Ketua MPR RI, Mahyudin saat ditemui usai menghadiri acara bertemakan Pancasila di Kawasan Jakarta Selatan, Kamis (19/10/2017).

Menurutnya, istilah pribumi digunakan pada era penjajahan menunjukan kasta yang sangat rendah.

Masyarakat Eropa dianggap sebagai kasta pertama, kemudian Timur Tengah, China serta kastra pribumi yakni kaum buruh.

Baca: Puluhan Mantan Nasabah MLM MI One Mengadu ke Fraksi PDIP

Rekomendasi Untuk Anda

Lebih lanjut Mahyudin mengaku dirinya tidak sependapat dengan pihak-pihak yang menonjolkan isu SARA dalam berpolitik.

Dia lebih menganjurkan semua pihak untuk fokus bekerja dalam membangun bangsa.(*)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas