Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Sebut Negara 'Thoghut' dan 'Monyet Berseragam Cokelat', Ceramah Ustaz Ini Dipertanyakan Netizen

Yang menjadi sorotan adalah kalimat-kalimat yang dilontarkan sang ustaz tersebut dinilai cenderung kasar dan melecehkan.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Wahid Nurdin
zoom-in Sebut Negara 'Thoghut' dan 'Monyet Berseragam Cokelat', Ceramah Ustaz Ini Dipertanyakan Netizen
Twitter

TRIBUNNEWS.COM - Lagi-lagi warganet dikejutkan dengan beredarnya sebuah video yang memperlihatkan potongan ceramah seorang ustaz.

Video tersebut diunggah di media sosial dan langsung menjadi perbincangan hangat di kalangan warganet.

Dalam video tersebut pria berkacamata dengan busana serba putih itu tampak lantang bersuara di atas mimbar.

Dalam ceramahnya, ustaz yang diketahui bernama Maaher At-Thuwailibi turut berbicara mengenai Perppu Ormas.

Yang menjadi sorotan adalah kalimat-kalimat yang dilontarkan sang ustaz tersebut dinilai cenderung kasar dan melecehkan.

Di antaranya menyebut negara ini sebagai negara 'thogut' dan juga menggunakan istilah 'monyet berseragam cokelat'.

Tak dijelaskan secara pasti siapa yang dimaksud, namun cukup banyak netizen yang menyimpulkan ungkapan itu ditujukan untuk instansi kepolisian.

Rekomendasi Untuk Anda

Yang tak kalah mengejutkan ia menilai bahwa ISIS hanya dijadikan kambing hitam.

"Negara ini sebenarnya, Indonesia ini pemerintah ini sebenarnya monyet-monyet berseragam cokelat itu bukan anti sama ISIS. ISIS itu kambing hitam. Mereka anti kepada Islam," ucap ustaz itu dalam ceramahnya.

Kemudian ia menyinggung mengenai pembubaran HTI hingga kekhawatiran pembubaran ormas Islam lainnya dengan adanya Perppu Ormas.

Video itu diunggah langsung di akun Facebook Maaher At Thuwailibi, kemudian banyak diunduh dan dibagikan di media sosial.

Video berdurasi hampir satu menit itupun langsung menjadi sorotan.

Netizen menyayangkan isi ceramah tersebut.

Meski hanya sepenggal, namun itu dianggap sudah bermuatan pelecehan.

Beberapa di antaranya menanggapinya dengan santai, namun cukup 'menampar'.

Halaman 1/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas