Wiranto Pastikan Aparat di Papua Akan Hindari Pelanggaran HAM
Wiranto menegaskan, pemerintah tidak akan tinggal diam. Aksi-aksi penyerangan yang dilakukan kelompok bersenjata itu pasti akan ditindak tegas
Editor: Sanusi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Wiranto, mengatakan kontak senjata antara aparat dengan kelompok kriminal bersenjata, seperti yang terjadi di Tembagapura, Papua pada Minggu (29/10), adalah hal yang sering terjadi
Wiranto menegaskan, pemerintah tidak akan tinggal diam. Aksi-aksi penyerangan yang dilakukan kelompok bersenjata itu pasti akan ditindak tegas, dan para pelakunya akan dimintai pertanggungjawaban hukum.
"Kita selesaikan dengan cara-cara hukum, dan cara-cara yang dibenarkan, sesuai peraturan perundangan," katanya, kepada wartawan di kantornya, Jakarta Pusat, Senin (30/10/2017).
Selain itu, Wiranto memastikan aparat keamanan tidak akan bertindak sewenang-wenang, dan tidak akan mengambil tindakan yang bisa dikategorikan sebagai pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM).
"Supaya selalu bertindak sesuai koridor hukum, jangan sampai sewenang-wenang, pelanggaran HAM kita hindari, kita hati-hati betul, hati-hati bukan kemudian kita melepaskan kewaspadaan," tegasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, pada Minggu lalu, pos Brimob Polri yang berada antara mill 66 dan mll 67 Tembagapura, ditembaki kelompok kriminal bersenjata.
Dari insiden tersebut, tidak ada anggota Polri yang terluka, namun demikian satu unit kendaraan operasional Polri rusak akibat timah panas.
Seminggu sebelum kejadian penembakan tersebut, pada 22 Oktober, kelompok kriminal bersenjata sempat menyerang rombongan brimob di perbukitan di kawasan Tembagapura. Atas insiden itu, seorang anggota Batalyon B Pelopor Brimob Papua, Briptu Berry Pramana Putra, tewas.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.