Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Dedi Mulyadi Sebut Airlangga Hartarto Sudah Didukung 34 DPD Golkar

Artinya Menteri Perindustrian RI itu didukung oleh semua elemen Partai Golkar di seluruh Indonesia.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Rizal Bomantama
zoom-in Dedi Mulyadi Sebut Airlangga Hartarto Sudah Didukung 34 DPD Golkar
Tribunnews.com / Rizal Bomantama
Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi saat hadir dalam pembukaan Mukernas Kosgoro 1957 di Hotel Menara Peninsula, Slipi, Jakarta Barat, Selasa (12/12/2017) malam 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat Dedi Mulyadi mengklaim Airlangga Hartarto sudah didukung oleh 34 dewan pimpinan daerah (DPD) untuk maju sebagai Ketua Umum Partai Golkar.

Artinya Menteri Perindustrian RI itu didukung oleh semua elemen Partai Golkar di seluruh Indonesia.

“Senin (11/12/2017) malam Ketua DPD Nusa Tenggara Timur sudah menyatakan dukungan kepada Pak Airlangga, berarti sudah 34 DPD. Ketua DPD masing-masing sudah mengantongi tandatangan DPD tingkat dua sehingga sudah didukung seluruh Indonesia,” ucap Dedi, Rabu (13/12/2017).

Baca: Diperiksa, KPK Yakin Hilman Tahu Banyak Soal Setya Novanto

Dedi Mulyadi menyebutkan dukungan Airlangga Hartatro sebagai ketua umum merupakan satu dari tiga harapan 34 DPD menyikapi turbulensi yang tengah menghantam partai berlambang pohon beringin tersebut.

“Yang pertama adalah semangat mengadakan Munaslub (Musyawarah Nasional Luar Biasa), semangat melakukan pembaharuan terutama dalam hal kaderisasi, serta semangat untuk dipimpin Pak Airlangga Hartarto.”

“Itu semangat yang dimiliki 34 DPD seluruh Indonesia saat ini,” jelasnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Baca: Setya Novanto Membisu, Hakim: Apakah Saudara Mendengarkan Saya?

Dalam hal semangat pembaruan, Dedi Mulyadi mengusulkan dalam perekrutan kader Partai Golkar hendaknya bekerjasama dengan lembaga penegak hukum antara lain Komisi Pemberantasan Korupsi.

Ia mengatakan kasus yang menimpa Setya Novanto perlu menjadi pembelajaran bagi Partai Golkar.

“Untuk komposisi pengurus karena kita memiliki semangat perubahan untuk Golkar perlu mengadakan kerjasama dengan KPK dan lembaga penegak hukum lainnya untuk memastikan kader yang masuk partai tidak memiliki masalah,” pungkasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas