Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pengamat: Mestinya Eksistensi Parpol Terganggu dengan Maraknya Calon Tunggal

Titi menyayangkan calon tunggal tersebut justru muncul di daerah yang‎ pemilihnya cukup banyak.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Fajar Anjungroso
zoom-in Pengamat: Mestinya Eksistensi Parpol Terganggu dengan Maraknya Calon Tunggal
KOMPAS IMAGES
Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Titi Anggraini 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, M Zulfikar

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Eksekutif Perludem, Titi Anggraini mengatakan, semakin banyaknya calon tunggal dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) merupakan sebuah anomali.

Titi menyayangkan calon tunggal tersebut justru muncul di daerah yang‎ pemilihnya cukup banyak.

"Daerah pilkada semakin sedikit dan calon tunggal ssemakin banyak itu menimbulkan sebuah anomali. Calon tunggal itu muncul di daerah yang pemilihnya justru cukup besar," kata Titi dalam sebuah diskusi di kawasan Cikini, Jakarta, Selasa (2/1/2018).

Titi menilai, dengan banyaknya partai politik di Indonesia seharusnya calon tunggal dalam sebuah pilkada dapat dihindarkan.

Munculnya calon tunggal yang jumlahnya cukup banyak itu menandakan sebuah parpol kehilangan eksistensi di masyarakat.

Baca: Selama 2017, Hampir Tujuh Juta Penumpang Berangkat Melalui Bandara Halim

Rekomendasi Untuk Anda

"‎Dengan sistem muti partai sesungguhnya kita seharusnya tidak kekurangan kader. Mestinya eksistensi parpol terganggu dengan maraknya calon tunggal," tuturnya.

Masih kata Titi, ‎calon tunggal yang muncul dalam sebuah pelaksanaan Pilkada umumnya berafiliasi dengan petahana. ‎Dan tidak dipungkiri justru incumbent yang sangat ‎banyak menjadi calon tunggal.

"90 persen lebih petahana yang menjadi calon tunggal," tandasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas