Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Sebelum Ada Solar Lantern, Nelayan Desa Riangbura Terbatas Bekerja Di Malam Hari

Andreas Tutumuda (53), seorang warga Desa Riangbura, yang memiliki profesi sebagai nelayan, mengaku terbantu dengan adanya solar lantern.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Sebelum Ada Solar Lantern, Nelayan Desa Riangbura Terbatas Bekerja Di Malam Hari
Tribunnews.com/ Fitri Wulandari
Seorang nelayan di pesisir Desa Riangbura, Ile Bura, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Minggu (28/1/2018), saat hendak memasukkan solar lantern Panasonic ke dalam plastik untuk dimanfaatkan sebagai penerangan saat melaut dan menghindari dari hujan. 

Panasonic pun telah memberikan total 10.084 solar lantern ke seluruh pelosok tanah air melalui Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Very50 serta perusahaan sosial setempat.

5 ribu diantaranya, didistribusikan pada 2016 lalu, termasuk diantaranya adalah empat ratusan yang didonasikan ke Flores Timur.

Seperti yang disampaikan oleh Leader Emerging Market and Social Innovation Program Management Section Panasonic, Halhisa Okuda.

"Ada 10.084 lentera yang telah diberikan ke Indonesia sejak 2013 lalu, dari 10 ribu (lentera yang disumbangkan ke Indonesia) itu, lima ribunya didistribusikan pada 2016 ya," jelas Okuda.

Sejak 2013 lalu, Indonesia menjadi satu dari 30 negara yang mendapatkan donasi lampu yang menggunakan sinar matahari sebagai energi itu.

Rekomendasi Untuk Anda
Halaman 3/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas