Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Tanggapi SBY, Anas: Hoax kok Dipercaya dan Disebarkan

Mirwan mengaku telah meminta presiden keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menghentikan proyek e-KTP, tetapi ditolak.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Tanggapi SBY, Anas: Hoax kok Dipercaya dan Disebarkan
KOMPAS IMAGES
Anas Urbaningrum 

"Soal tweet itu, kan, sebenarnya tweet itu hanya jawaban atau klarifikasi atas tuduhan," kata Saan saat dihubungi, Senin.

Ia mengatakan, kicauan Anas merupakan bantahan atas hoaks yang selama ini beredar. Hoaks tersebut, kata Saan, seolah menunjukkan ada pertemuan tertentu untuk merancang fitnah.

Senada dengan Anas, ia memastikan, tak ada pertemuan antara dirinya dan Anas, Firman Wijaya selaku pengacara Setya Novanto, dan mantan politisi Demokrat, Mirwan Amir.

"Tweet dari Mas Anas itu pesan kepada semua pihak agar tak memercayai dan menyebarkan hoax," lanjut Saan.

SBY sebelumnya mengatakan, ia tahu bahwa ada pertemuan antara Mirwan dan pengacara Setya Novanto, Firman Wijaya.

Pertemuan itu terlaksana sebelum persidangan dugaan tindak pidana korupsi e-KTP, di mana Mirwan Amir hadir sebagai saksi.

Dalam sidang, mantan Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR itu menyebut nama SBY.

Rekomendasi Untuk Anda

"Saya tahu, saya mendapatkan informasi dari sumber yang layak dipercaya (bahwa) menjelang persidangan, di mana terjadi tanya jawab antara Firman Wijaya dan Mirwan Amir, ada sebuah pertemuan dihadiri sejumlah orang," kata SBY di kantor DPP Demokrat, Jakarta, Selasa (6/2/2018).

SBY menduga pertemuan sejumlah orang itu patut diduga menjadi cikal-bakal munculnya pernyataan Mirwan Amir di dalam persidangan.

Meski begitu, SBY menambahkan, belum waktunya informasi tersebut ia buka secara gamblang kepada masyarakat luas. SBY yakin informasi ini akan membuat publik geger.

"Lantas, ada apa dengan semua ini? Ini skenario siapa? Konspirasi model apa seperti ini," ujar SBY.

Dia menegaskan, pertanyaan itulah yang harus diungkap di tahun politik jelang Pemilu 2019. SBY mengatakan, ia akan berjihad dan memperjuangkan keadilan.

"Mungkin (jalannya) panjang, tetapi akan saya tempuh sampai kapan pun. Namun, saat ini saya memilih tidak dulu main tuduh kepada siapa pun," katanya.(Rakhmat Nur Hakim)

Berita ini sudah tayang di kompas.com berjudul: Anas: Saya Geli Dengar Cerita Ada Pertemuan Merancang Fitnah kepada SBY dan Ibas

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas