Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Hina Buya Syafii Maarif dan Institusi Polri, Bareskrim Kembali Tangkap Terduga Pelaku Hate Speech

AA menurut keterangan resmi polisi, juga memposting gambar memegang senjata laras panjang melalui akun media sosial Facebook.

Hina Buya Syafii Maarif dan Institusi Polri, Bareskrim Kembali Tangkap Terduga Pelaku Hate Speech
BARESKRIM POLRI
AA, terduga pelaku ujaran kebencian di media sosial Facebook yang ditangkap Bareskrim Polri, Rabu (14/2/2018). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap AA, terduga pelaku penyebaran hate speech berupa penghinaan dan pencemaran nama baik terhadap Buya Syafii Maarif dan institusi Polri, Rabu (14/2/2/2018).

AA menurut keterangan resmi  polisi, juga memposting gambar memegang senjata laras panjang melalui
akun media sosial Facebook.

Baca: Apa Perbedaan OTT Bupati Jombang dan Bupati Subang oleh KPK? Ini Jawabannya Menurut Politisi Golkar

Baca: Pilkada Serentak, 30 Bakal Calon Kepala Daerah Gagal Lolos Sebelum Bertarung

Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Pol DR Fadil Imran MSi mengatakan, AA ditangkap terkait postingan Facebook milik pelaku yang diduga dengan sengaja memposting gambar dan tulisan dengan konten hate speech kepada penguasa atau badan umum.

Terduga pelaku hate speech
AA, terduga pelaku ujaran kebencian di media sosial Facebook yang ditangkap Bareskrim Polri, Rabu (14/2/2018).

Dalam barang bukti digital yang ditemukan polisi, AA diduga melakukan penghinaan terhadap Buya Syafii, institusi Polri dan memicu banyaknya komplain dari netizen yang dinilai polisi dapat mengakibatkan munculnya suasana permusuhan.

"Netizen diharapkan lebih bijak dalam menggunakan media sosial," ungkap Brigjen Fadil Imran. 
.
Lalu apa motif pelaku menyebarkan konten hate speech tersebut? Brigjen Fadil Imran menyatakan. pelaku melakukannya atas alasan spontanitas, ungkapan rasa kecewa terhadap tokoh ulama Buya Syafii dan institusi Polri.

Dari tangan pelaku, polisi menyita  barang bukti berupa satu unit ponsel Xiaomi Redmi 3S, SIM card Telkomsel, akun Facebook milik AA, dan satu unit Senjata laras panjang air softgun.

Atas perbuatan pelaku, pelaku dikenai Pasal 45 ayat (3) Jo pasal 27 ayat (3) Undang-Undang Nomor 19 tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik dan atau pasal 310 KUHP dan atau pasal 311 KUHP dan atau Pasal 207 KUHP.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Choirul Arifin
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas