Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Curhat ke Jokowi, Nasabah Bank Wakaf Mikro Butuh Pendampingan soal Pengemasan dan Pelatihan

Presiden Joko Widodo meminta masukan dari para pengelola dan nasabah di Istana Negara, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat

Curhat ke Jokowi, Nasabah Bank Wakaf Mikro Butuh Pendampingan soal Pengemasan dan Pelatihan
Biro Pers Setpres/Intan
Presiden Joko Widodo berdialog dengan pengelola dan nasabah Bank Wakaf Mikro di Istana Negara, Kompleks Istana Kepersidenan, Jakarta Pusat, Rabu (28/3/2018). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dalam pertemuannya dengan sejumlah nasabah Bank Wakaf Mikro, Presiden Joko Widodo meminta masukan dari para pengelola dan nasabah di Istana Negara, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (28/3/2018).

Hal itu dilakukan Presiden untuk menyempurnakan pendirian dan pendampingan Bank Wakaf Mikro ke depannya.

"Saya ingin menanyakan kepada pengurus, apakah ada masalah di lapangan yang bisa disampaikan?" kata Presiden sesuai keterangan pers Istana Kepresidenan.

Baca: Kamis Besok, Jokowi Dijadwalkan Resmikan Ruas Tol di Madiun

Seorang nasabah Bank Wakaf Mikro berkesempatan untuk menyampaikan kendala yang terjadi di lapangan.

Ia menyebut bahwa kebanyakan dari para nasabah masih memerlukan bantuan dalam hal-hal teknis terkait jalannya usaha.

"Kebanyakan dari kami itu mengelola (menjual) makanan. Kami merasa kurang dari bagaimana meningkatkan kemasan supaya lebih menarik," ungkap si nasabah.

Presiden sangat antusias mendengar pengakuan itu. Karena dirinya memang menyadari bahwa salah titik lemah dari usaha kecil yang dijalankan masyarakat ialah pada persoalan pengemasan produk.

"Tadi saya lihat yang di depan itu barangnya bagus, kelihatannya enak, tapi kemasannya kurang menarik. Nanti saya kirim tim untuk mengerjakan kemasan-kemasannya. Saya minta ke Bekraf untuk masuk ke pondok-pondok untuk membangun brand sehingga meningkatkan nilai jual," tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, pengelola Bank Wakaf Mikro lainnya memberikan usulan kepada Presiden terkait pendampingan usaha para nasabah yang mendapatkan pinjaman modal. Hal ini menurutnya sangat diperlukan karena banyak nasabah yang sebelumnya belum memiliki pengalaman usaha namun ingin menjadi lebih produktif.

"Usul kami, mungkin dari departemen tertentu ada yang bisa bersinergi dengan program ini untuk secara berkala memberikan semacam pelatihan untuk bisa melatih ibu-ibu sehingga ada usaha yang bisa dilakukan dari modal itu," ucap Khumaidi, yang datang dari Jombang.

Baca: Gerindra: Jika Jokowi Salah Pilih Wakil, Bisa Bubar juga Partai Koalisinya

Kepala Negara menyambut baik usulan tersebut. Ia memiliki pandangan yang sama terkait hal itu dan rencananya, bersama dengan para menteri, pemerintah akan merumuskan terlebih dahulu program pelatihan dan pendampingan dimaksud.

Selepas acara, Presiden menyatakan bahwa masukan-masukan yang didapat dari para pengelola dan nasabah Bank Wakaf Mikro akan digunakan sebagai bahan penyempurnaan jalannya kebijakan ini di masa mendatang.

"Kita membuka Bank Wakaf Mikro karena memang arahnya untuk usaha-usaha kecil yang tidak memiliki agunan. Sehingga yang biasanya larinya ke 'bank keliling' itu bisa masuk ke Bank Wakaf Mikro. Arahnya ke sana. Ini akan kita perbaiki di tahapan kedua," tuturnya

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas