Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kasus First Travel

Amphuri Dukung Pembentukan Satgas Umrah

Kasus penelantaran calon jamaah umrah di Indonesia seperti tak ada habisnya.

Amphuri Dukung Pembentukan Satgas Umrah
Ist for ribunnews.com
Bendahara Umum (Bendum) AMPHURI Tauhid Hamdi. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kasus penelantaran calon jamaah umrah di Indonesia seperti tak ada habisnya.

Belum selesai proses persidangan penelantaran puluhan ribu calon jamaah umrah oleh PT First Anugerah Karya Wisata atau yang dikenal dengan nama First Travel (FT) dengan kerugian yang mencapai hampir Rp1 triliun, belakangan justru terkuak kasus dugaan penelantaran baru yang diduga dilakukan oleh PT Amanah Bersama Umat (ABU) Tour.

Fakta mencengangkan pun terungkap, berdasarkan investigasi Kementerian Agama (Kemenag), ada sebanyak 86.720 jamaah seluruh Indonesia belum diberangkatkan, dan paling banyak dari daerah Sulawesi Selatan (Sulsel).

Hal ini tentu bukanlah kasus sepele yang harus dituntaskan oleh Pemerintah Republik Indonesia. Mengingat begitu banyaknya calon jamaah yang menjadi korban.

Baca: Wakapolri Sarankan Menag Bentuk Satgas dan Buat Aturan Limitasi Biaya Umrah

Sejumlah pihak pun turut bekerja sama menuntaskan permasalahan ini. Hal ini terjadi tentu ada kaitannya dengan lamanya waktu tunggu pemberangkatan calon jamaah haji di Indonesia, sehingga dimanfaatkan sejumlah oknum nakal penyelenggara perjalanan umrah baik yang berizin mau pun tidak.

Dengan lamanya waktu tunggu keberangkatan haji tersebut, banyak calon jamaah haji yang sudah mendaftar Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) di Kemenag, ingin lebih dulu melaksanakan ibadah umrah, sebelum waktu keberangkatan hajinya tiba.

Selain itu, faktor tingginya minat masyarakat yang ingin menjalankan ibadah umrah ke Tanah Suci, Mekkah, juga menjadi pemicu adanya oknum travel yang turut andil bagian dengan memberikan iming-iming biaya perjalanan yang jauh lebih murah dari standarisasi dan kelayakan pelayanan jamaah umrah pada umumnya.

Sehingga banyak calon jamaah yang tertarik dan akhirnya terlantar.

Atas dasar itu, Kemenag dan Polri pun berencana membentuk Satuan Tugas (Satgas) untuk menangani kasus penipuan yang marak dilakukan oleh oknum Penyelenggara Pperjalanan Ibadah Umrah (PPIU).

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Hasanudin Aco
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas