Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kasus First Travel

BREAKING NEWS: Duo Bos First Travel Andika dan Anniesa Divonis 20 Tahun dan 18 Tahun Penjara

Dua terdakwa bos PT First Anugerah Karya Wisata atau First Travel Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan divonis ...

BREAKING NEWS: Duo Bos First Travel Andika dan Anniesa Divonis 20 Tahun dan 18 Tahun Penjara
Tribunnews.com/Yanuar
Anniesa Hasibuan dan Andika Surachman saat mendengarakan putusan vonis di Pengadilan Negeri Depok, Jawa Barat, Rabu (30/5/2018). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Nurcholis Majid

TRIBUNNEWS.COM, DEPOK - Pasangan suami istri bos First Travel, Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan oleh hakim ketua sobandi divonis 20 dan 18 tahun penjara, denda Rp 10 Miliar, dan subsider 8 bulan kurungan penjara.

"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa 1 selama 20 tahun terhadap terdakwa 2 18 tahun pidana dan denda 10 miliar dengan ketentuan tidak dibayar diganti pidana kurungan 8 bulan," ujar hakim ketua sobandi, di Pengadilan Negeri Depok, Rabu (30/5/2018).

Baca: Sama-sama Anggun dan Cantik, Inilah 7 Foto Bukti Kate Middleton Adalah Reinkarnasi Putri Diana

Andika dan Anniesa terbukti melakukan penipuan perjalanan umrah dan melakukan pencucian uang dari uang setoran jemaah umrah.

Pencucian dilakukan dengan cara mengalihkan setoran calon jemaah umrah di rekening penampungan First Travel ke sejumlah rekening termasuk rekening pribadi Andika, Anniesa dan Kiki Hasibuan.

Uang setoran calon jemaah kemudian dibelanjakan terdakwa termasuk membeli aset seperti kendaraan, rumah dan tanah.

Dalam vonisnya Sobandi juga menyebut jumlah calon jemaah yang mendaftar pada Januari 2015-Juni 2017 sebanyak 93.295 orang.

Dengan total setoran uang pembayaran para jemaah mencapai Rp 1,319 triliun.

Namun kenyataannya, sejak November 2016-Juni 2017, jumlah jemaah umrah yang diberangkatkan First Travel hanya 29.985 orang.

Sedangkan sisanya, 63.310 orang yang dengan jadwal pemberangkatan November 2016 hingga Mei 2017 tidak diberangkatkan.

"Dan tidak dikembalikan uangnya," tegas hakim. 

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Yanuar Nurcholis Majid
Editor: Malvyandie Haryadi
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas