Tersisa Waktu 13 Hari Lagi, Sekjen Nasdem Yakin Ridwan Kamil Jadi Gubernur Jawa Barat
"Bukan optimis lagi. Pasangan Rindu yang akan jadi gubernur nanti," ujarnya saat ditemui di Kantor DPP Partai Nasdem, Menteng.
Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Adi Suhendi
Laporan wartawan tribunnews.com, Danang Triatmojo
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pelaksanaan pemungutan suara untuk Pilkada serentak tinggal 13 hari lagi.
Sekretaris Jenderal Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Johnny G Plate, yakin pasangan yang diusung partainya di Jawa Barat yakni Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (Rindu) akan memenangkan pertarungan.
Baca: Airlangga: Bahas Calon Wakil Presiden, Jokowi Tak Hanya Temui Megawati
"Bukan optimis lagi. Pasangan Rindu yang akan jadi gubernur nanti," ujarnya saat ditemui di Kantor DPP Partai Nasdem, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (15/6/2018) malam.
Johnny menyebut dari beberapa hasil survei, ada kompetitornya yang cukup kuat yaitu Dedi Mizwar-Dedi Mulyadi (Duo DM).
Atas dasar itu, pihaknya akan bekerja ekstra keras di kantong-kantong penting daerah potensial.
"Kami juga tahu di enclave-enclave politik mana saja yang perlu ada kerja ekstra penting untuk pastikan kemenangan. Sampai saat ini Kang Emil masih unggul," katanya.
Baca: Hendak Silaturahmi Ke Rumah Mertua, Tiga Anggota Keluarga Rustam Hilang Akibat Perahunya Terbalik
Dalam Open House yang digelar Surya Paloh di Kantor Pusat DPP Partai Nasdem, Ridwal Kamil tampak hadir.
Surya Paloh, kata Johnny, memberi wejangan kepada Emil dalam hal psikologis sebagai bekal menghadapi Pilkada, 27 Juni mendatang.
Ketika menanggapi pertanyaan terkait dukungan Partai Berkarya kepada pasangan Rindu, Johnny menyebut hal itu tidak berpengaruh besar, mengingat Berkarya tergolong partai baru.
Baca: Dendam Sering Diejek Miskin, Herwanto Habisi Nyawa Damiyati
"Partai baru, dukungannya sama dengan masyarakat biasa. Tapi silakan saja," paparnya.
Pertimbangan apakah dukungan Partai Berkarya berpengaruh signifikan dapat dilihat dari efek elektoralnya secara politik, bukan soal menerima atau tidak.
"Kita bukan soal menerima dan tidak menerima. Secara politik ada nggak efek elektoralnya? Kalau nggak ada, ya biasa-biasa saja," kata Johnny.