Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Setjen Wantannas Gelar Sarasehan Nasional 2018

Acara tersebut berlangsung sejak Selasa (10/7/2018) sampai Rabu (11/7/2018) di Hotel JS Luwansa Rasuna Said, Kuningan Jakarta Selatan

Setjen Wantannas Gelar Sarasehan Nasional 2018
Tribunnews.com/Gita Irawan
Suasana acara Sarasehan Nasional bertema "Merawat Perdamaian: Belajar Dari Resolusi Konflik Dan Damai Di Maluku & Maluku Utara Untuk Indonesia Yang Bersatu, Berdaulat, Adil Dan Makmur" 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Gita Irawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sekretariat Jenderal Dewan Ketahanan Nasional menggelar Sarasehan Nasional bertema "Merawat Perdamaian: Belajar Dari Resolusi Konflik Dan Damai Di Maluku & Maluku Utara Untuk Indonesia Yang Bersatu, Berdaulat, Adil Dan Makmur".

Acara tersebut berlangsung sejak Selasa (10/7/2018) sampai Rabu (11/7/2018) di Hotel JS Luwansa Rasuna Said, Kuningan Jakarta Selatan.

Baca: Hasil Survei LSI Denny JA, 75 Persen Publik Tak Ingin Konflik di Pilgub DKI Terulang di Pilpres

Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto membuka acara Seminar Sarasehan Nasional Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas) pada hari pertama.

Acara itu dihadiri oleh sekitar 500 orang undangan yang berasal dari masyarakat Maluku dan Maluku Utara yang terlibat dalam resolusi konflik dan damai di Kepulauan Maluku, perwakilan dari daerah-daerah yang rawan konflik seperti Aceh, Papua, Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, dan wilayah lainnya.

Selain itu hadir pula pejabat kementerian/lembaga; pejabat TNI/Polri, perwakilan kedutaan besar negara sahabat, pejabat daerah (pemerintah Provinsi, Kabupaten, dan Kota), siswa lembaga pendidikan baik sipil maupun militer, perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa, dan masyarakat umum.

Hadir juga pada hari pertama Wakil Presiden Jusuf Kalla yang memberikan pidato dalam sesi pertama yang bertema "Indonesia Tanah Air Beta: Belajar Dari Sejarah Dan Kearifan Lokal Masyarakat Maluku Sebagai Wujud Implementasi Bela Negara".

Tujuan dari kegiatan sarasehan ini adalah untuk mendiseminasikan proses “resolusi konflik dan damai di Maluku” sehingga menjadi pembelajaran bagi komponen bangsa lain dalam semangat Bhineka Tunggal Ika.

Acara tersebut digelar dalam bentuk diskusi terbuka dengan beberapa panel atau sesi diskusi, yang melibatkan sejumlah pejabat, tokoh masyarakat, tokoh agama serta pemangku kepentingan di Provinsi Maluku dan Provinsi Maluku Utara, tokoh-tokoh perajut perdamaian, tokoh-tokoh nasional, serta undangan lain dari seluruh indonesia dan juga negara sahabat.

Sub-sub tema yang akan dibahas selama sarasehan berlangsung antara lain: Indonesia Tanah Air Beta (belajar dari sejarah dan kearifan lokal masyarakat Maluku sebagai wujud implementasi bela negara); Resolusi konflik dan damai berlatar golongan dan agama; Resolusi konflik dan damai berlatar separatisme dan terorisme; Pendekatan pembangunan manusia dan kebudayaan dalam resolusi konflik dan damai; Peran perguruan tinggi dalam resolusi konflik dan damai; Membangun dan Mewujudkan Kesejahteraan masyarakat Maluku dan Maluku Utara; dan Refleksi atas konflik dan damai di Maluku dan Maluku Utara untuk Ketahanan Nasional.

Baca: SBY Prediksi Arah Koalisi Partai di Pilpres 2019 Ditentukan Siapa Cawapres Jokowi atau Prabowo

Suasana acara Sarasehan Nasional bertema "Merawat Perdamaian: Belajar Dari Resolusi Konflik Dan Damai Di Maluku & Maluku Utara Untuk Indonesia Yang Bersatu, Berdaulat, Adil Dan Makmur" pada sesi ketiga.

Acara tersebut berlangsung pada Selasa (10/7/2018) di Hotel JS Luwansa Rasuna Said, Kuningan Jakarta Selatan.

Penulis: Gita Irawan
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas